Isra Miraj 2019 1440 H Jatuh Pada Tanggal Berapa Bulan Rajab

Isra Miraj 2019 1440 H Jatuh Pada Tanggal Berapa Bulan Rajab - Isra Miraj adalah momen maha dahsyat yang dihadapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Awal mulanya, tidak ada satu juga manusia yang merasakannya. Meniti perjalanan superkilat lantas naik ke langit sampai sidratul muntaha. Banyak momen yang dihadapi Rasulullah pada saat isra miraj semenjak pemberangkatan sampai kembali. Apa momen itu, bagaimana kisahnya serta hikmah dan ibrah apa yang dapat diambil? Di bawah ini bahasan selengkapnya.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menuturkan, isra (اسرى) atau sara (سرى) ini berarti perjalanan pada malam hari. Dengan arti, isra’ ialah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Untuk memahami kapan isra mi'raj nabi saw terjadi yaitu pada tanggal 27 rajab menurut banyak keterangan, sekarang pada kalender hijriyah bulan rajab 2019 kapan. Melihat kalender hijriyah 140 h yang sedah beredar d masyarakat maka 27 Bulan Rajab Jatuh Pada Hari Rabu 3 April 2019 Pada malam tersebut kita bisa mengisinya dengan berbagai amal kebaikan dan meningkatan peribadahan lainnya.

Tanggal Isra Miraj

“Maha Suci Allah, yang sudah memperjalankan hamba-Nya dalam satu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang sudah Kami berkahi sekelilingnya supaya Kami tunjukkan padanya beberapa dari pertanda (kebesaran) Kami. Sebenarnya Dia ialah Maha Dengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Isra‘: 1)

Mi’raj dengan bhs ini berarti naik. Dengan arti ialah naiknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke sidratul muntaha. Dalam Al Qur’an, mi’raj ini disinggung dalam surat An Najm.

وَلَقَدْ رَآَهُ نَزْلَةً أُخْرَى
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
لَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Dan sebenarnya Muhammad sudah lihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada saat yang lainnya, (yakni) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga rumah, (Muhammad lihat Jibril) saat Sidratil Muntaha diliputi oleh suatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu serta tidak (juga) melampauinya. Sebenarnya dia sudah lihat sebahagian pertanda (kekuasaan) Tuhannya yang terbesar.” (QS. An-Najm: 13-18)

Saat menafsirkan ayat ini, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menuturkan jika sidratul muntaha ialah tempat paling tinggi di langit sebagai batas ujung pengetahuan serta amal kegiatan beberapa makhluk. Tidak seseorang makhluk juga tahu apakah yang berada di belakangnya.

“Tempat ini diserupakan dengan as sidrah yang berarti pohon nabk karena mereka bergabung dibawah teteduhannya. Di dekat sidratul muntaha ada surga Al Ma’wa yaitu rumah arwah beberapa orang mukmin yang bertaqwa,” jelas Syaikh Wahbah Az Zuhaili.
Tanggal Terjadinya Isra Miraj

Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah-nya, Ar Rahiqul Makhtum, menuturkan enam saran kapan terjadinya Isra miraj.

1. Momen Isra’ berlangsung pada tahun saat Rasulullah memperoleh wahyu pertama. Ini adalah saran Ath Thabari.

2. Isra miraj berlangsung lima tahun sesudah Rasulullah diutus jadi Nabi. Saran ini dikuatkan oleh An Nawawi serta Al Qurthubi.

3. Isra miraj berlangsung saat malam 27 Rajab tahun 10 kenabian. Saran ini diambil oleh Allamah Al Manshurfuri.

4. Momen ini berlangsung 16 bulan sebelum pindah, persisnya pada bulan Ramadhan tahun 12 kenabian.

5. Momen ini berlangsung 1 tahun 2 bulan sebelum pindah, persisnya pada bulan Muharram tahun 13 kenabian.

6. Berlangsung 1 tahun sebelum pindah, persisnya pada bulan Rabiul Awal tahun 13 kenabian.

Prof. Dr. Muhammad Sameh Said dalam buku Sirah Nabawiyah-nya, Muhammad Sang Yatim, menuturkan jika momen isra miraj berlangsung saat malam 27 Rajab, akan tetapi beberapa ulama berlainan saran tentang tahunnya.

Sedang Prof. Dr. Muhammad Ali Ash Shalabi dalam buku Sirah Nabawiyah-nya menyatakan jika isra miraj berlangsung setahun sebelum pindah ke Madinah.
Isra Miraj menjadi Tasliyah

Isra miraj adalah tasliyah (hiburan) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dirundung duka sampai menyebutkan amul huzn (tahun duka cita).

Kenapa beliau berduka? Ada banyak karena. Pertama, istri beliau Khadijah radhiyallahu ‘anha meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian.

Khadijah ialah istri pertama Rasulullah yang begitu beliau sayangi. Semenjak Rasulullah mendapatkan wahyu, Khadijah ialah orang pertama yang mensupport beliau. Saat kembali dari gua hira’ dalam keadaan demam, Rasulullah mohon pada Khadijah “zammilunii.. zammilinuii..” Selimuti aku… selimuti saya. Lantas Khadijah menyelimutinya beliau, menentramkan beliau, berikan motivasi serta menghidupkan optimisme jika yang hadir pada beliau ialah kebaikan.

Khadijah adalah orang yang pertama beriman serta mensupport dakwah beliau. Waktu Rasulullah memerlukan dana untuk dakwahnya tidak tahu memerdekakan budak, menolong fakir miskin atau kepentingan yang lain, Khadijah yang mendukung beliau dengan hartanya. Khadijah juga yang memberikan beliau keturunan termasuk juga Fatimah. Khadijah juga yang dengan posisi mulianya membuat perlindungan Rasulullah.

Karena itu wafatnya Khadijah adalah duka sendiri buat Rasulullah. Bagaimana mungkin kehilangan pendamping hidup sejati serta simpatisan dakwah utama bukan satu duka?

Tidak berselang lama sesudah Khadijah meninggal dunia, paman beliau Abu Thalib juga meninggal dunia. Walau tidak ingin masuk Islam, Abu Thalib ialah pembela sejati Rasulullah. Beliau yang selalu pasang tubuh waktu beberapa orang kafir Quraisy menyakiti Rasulullah atau akan mencelakakannya.

Seperginya Khadijah serta Abu Thalib, tempat Rasulullah makin terjepit. Intimidasi kafir Quraisy makin menjadi-jadi. Dakwah di Makkah terasanya tak akan mempunyai celah untuk berjalan.

Akan tetapi Rasulullah tidak ingin berdiam diri. Dakwah di Makkah dibatasi, beliau juga berusaha dakwah ke luar Makkah. Beliau pergi ke Thaif dengan keinginan disana dakwah di terima. Akan tetapi apakah yang berlangsung? Masyarakat Thaif malah mengusir Rasulullah serta melempari dengan batu sampai kaki beliau berdarah.

Sesudah alami amul huzn berikut, Allah Subhanahu wa Ta’ala meng-isra’-kan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau dipertunjukkan pertanda kekuasaan Allah dari mulai perjalanan yang super kilat ke Baitul Maqdis, mengimami beberapa Nabi disana, lalu naik ke sidratul muntaha, berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mendapatkan perintah sholat lima waktu, juga dipertunjukkan surga serta neraka. Semua serangkaian momen itu adalah tasliyah buat beliau.

Simak juga: Sholawat Nabi
Cerita Komplet Isra Miraj

Selesai shalat isya’ serta beristirahat sesaat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang waktu itu berbaring di Masjidil Haram didatangi malaikat Jibril. Dada beliau dibelah.

“Lalu hatiku di keluarkan serta dicuci dengan air zamzam lalu dikembalikan ke tempatnya serta memenuhinya dengan iman serta hikmah,” sabda beliau dalam kisah Imam Bukhari dari Malik bin Sha’sha’ah.

Kemudian didatangkanlah buraq yang nanti jadi kendaraan beliau pada saat isra. Buraq satu akar kata dengan barq yang berarti kilat.

“Didatangkan kepadaku Buraq –yakni seekor tunggangan berwarna putih, tinggi, tambah tinggi dari keledai serta lebih pendek dari bighal, ia menempatkan jalannya sejauh pandangannya,” sabda Rasulullah dalam kisah Imam Muslim dari Anas bin Malik.

Setiba di Masjidil Aqsa, beliau shalat dua rakaat, mengimami ruh beberapa Nabi. Selesai shalat serta keluar dari Masjid Al Aqsa, Malaikat Jibril hadir membawa dua wadah minuman. Satu berisi susu serta satu lagi khamar. Rasulullah juga pilih susu. “Sungguh engkau sudah pilih kesucian,” kata Jibril dalam kelanjutan hadits itu.

Mi’raj juga diawali. Rasulullah naik buraq bersama dengan Jibril sampai datang di langit pertama. Mari kita baca cerita beliau dalam hadits yang panjang, kelanjutan dari hadits Shahih Bukhari dari Malik bin Sha’sha’ah diatas.

“Lalu saya dibawa diatas punggung Buraq serta Jibril juga pergi bersamaku sampai saya sampai ke langit dunia lantas dia memohon dibukakan pintu langit.
Dia di tanya, “Siapakah ini?”
Ia menjawab, “Jibril.”
Jibril di tanya lagi, “Siapakah yang bersamamu?”
Jibril menjawab, “Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus?”
“Dia sudah diutus.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa Nabi Adam ‘alaihis salam. Ia menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku.

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke-2. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa dengan dua orang sepupuku yakni Isa bin Maryam serta Yahya bin Zakaria ‘alaihimussalam. Karena itu kedua-duanya menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku.

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke-3. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa Nabi Yusuf yang sudah dianugerahi 1/2 dari ketampanan manusia sejagat. Karena itu Yusuf menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku.

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke empat. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa Nabi Idris ‘alaihissalam. Ia menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku. Allah sudah berfirman untuk dia, “dan kami sudah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke lima. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa Nabi Harun. Dia menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku.

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke enam. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa Nabi Musa lantas dia menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku.

Lalu Buraq itu naik bersama dengan kami ke langit ke-7. Karena itu Jibril mohon dibukakan pintu.
“Siapakah ini?”
“Jibril”
“Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad.”
“Apakah dia sudah diutus kepadaNya?”
“Dia sudah diutus kepadaNya.”
Kami juga dibukakan pintu, lantas saya berjumpa dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang tengah menumpukan punggungnya di Baitul makmur. Dimana tempat itu sehari-harinya dimasuki oleh 70.000 malaikat serta mereka tidak kembali selanjutnya.

Lalu Buraq itu pergi bersamaku ke sidratul muntaha yang lebar daun-daunnya seperti telinga gajah serta besar buah-buahnya seperti tempayan besar. Ketika perintah Allah penuhi sidratul muntaha, sidratul muntaha beralih serta tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang dapat menuturkan sifat-sifat Sidratul Muntaha karena keindahannya. Karena itu Allah memberikan wahyu serta mengharuskan kepadaku sholat 50 kali dalam satu hari tadi malam.

Lalu saya turun serta berjumpa Musa lantas ia menanyakan, “Apa yang diharuskan Rabbmu pada umatmu?”
Saya menjawab, “Sholat 50 kali.”
Musa berkata, “Kembalilah pada Rabbmu, mintalah kemudahan karena sebenarnya umatmu akan tidak dapat lakukan hal tersebut. Sebenarnya saya sudah menguji Bani Israel serta saya sudah mengetahui bagaimana fakta mereka.”
“Aku akan kembali pada Rabbku.”

Lantas saya meminta, “Ya Rabb, berilah kemudahan pada umatku.” Saya dikasih kemudahan lima sholat. Lantas saya kembali pada Musa ‘alaihis salam.
Saya berkata padanya, “Allah sudah memberi kemudahan lima kali.”
Musa menyampaikan, “Sesungguhnya umatmu akan tidak dapat lakukan hal tersebut, karena itu kembalilah pada Rabbmu serta mohon kemudahan.”

Saya selalu bolak-balik pada Rabbku dengan Musa sampai Rabbku berfirman, “Wahai Muhammad sebenarnya keharusan sholat itu lima kali dalam satu hari tadi malam. Tiap-tiap sholat mendapatkan pahala 10 kali lipat, karena itu 5 kali sholat sama juga dengan 50 kali sholat. Barangsiapa punya niat lakukan satu kebaikan yang dia tidak melaksanakannya karena itu dicatat untuk dia satu kebaikan. Apabila ia melaksanakannya, karena itu dicatat untuk dia sepuluh kebaikan. Barangsiapa punya niat lakukan satu kejelekan akan tetapi dia tidak melaksanakannya karena itu kejelekan itu tidak dicatat benar-benar. Apabila ia mengerjakannya, karena itu dicatat menjadi satu kejelekan.”

Lalu saya turun sampai berjumpa Musa lantas saya katakan padanya. Karena itu ia menyampaikan, “Kembalilah pada Rabbmu serta mintalah kemudahan lagi.”
Saya menjawab, “Aku sudah berkali-kali kembali pada Rabbku sampai saya terasa malu kepadaNya.”
Ibrah serta Hikmah Isra’ Mi’raj

1. Sesudah masalah hadir silih bertukar, bahkan juga Rasulullah alami tahun duka cita, Allah memberikannya tasliyah (hiburan) dengan isra miraj ini.

2. Rasulullah pilih susu untuk beliau minum sebelum mi’raj lantas Jibril memujinya. Ini memperkuat jika Islam ialah agama fitrah serta kesucian.

3. Shalat Rasulullah bersama dengan beberapa Nabi di Baitul Maqdis tunjukkan posisi beliau menjadi pemimpin beberapa Nabi.

4. Sebenarnya Masjid Al Aqsha mempunyai keterhubungan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha adalah tempat isra’ Rasulullah serta kiblat pertama umat Islam. Karena itu umat Islam mesti menyukai Masjid Al Aqsha serta mempertahankannya dari semua usaha penjajah Yahudi yang akan mencaplok serta merobohkannya.

5. Urgensi shalat serta kedudukannya yang agung. Bila perintah lainnya cukup hanya wahyu lewat Malaikat Jibril, perintah shalat langsung di turunkan Allah pada Rasulullah tiada penghubung Jibril. Shalat ini juga sebagai inti tasliyah (hiburan) buat hambaNya.

6. Rasulullah akan sampai babak baru yaitu pindah serta membangun negara Islam di Madinah. Karena itu Allah memurnikan barisan dakwah dengan isra miraj. Beberapa orang yang tidak kuat aqidahnya serta gampang goyang apa yang diyakininya, mereka murtad sesudah diberitahu mengenai isra miraj. Mengenai yang imannya kuat, mereka malah makin kuat imannya.

7. Keberanian Rasulullah tinggi sekali dalam berdakwah dengan mengemukakan isra miraj pada mereka. Walau mereka akan tidak yakin bahkan juga mencela serta mengolok-olok, Rasulullah masih mengemukakan. Beliau bahkan juga memberi bukti-bukti empiris pada kafir Quraisy walau mereka malah menuduh beliau menjadi tukang sihir.

8. Keimanan umat yang sangat prima ialah imannya Abu Bakar. Saat beberapa orang kafir Quraisy menyampaikan kabar jika Muhammad menyampaikan sudah isra miraj, beliau langsung mempercayainya. “Jika yang menyampaikan Rasulullah, saya yakin,” demikian nalar keimanan Abu Bakar hingga beliau mendapatkan titel Ash Shiddiq.

9. Rasulullah mengemukakan bahaya penyakit penduduk yang dilihatnya. Beliau dipertunjukkan bagaimana siksa untuk orang yang menyukai ghibah, orang yang berzina, orang yang makan harta anak yatim, dan sebagainya.

10. Beberapa teman dekat jadi perhatian pada Masjid Al Aqsha yang waktu itu ada dalam kekuasaan Romawi. Nantinya di waktu kekhalifahan Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsha dapat dibebaskan.

Itulah artikel singkat mengenai tanggal isra mi'raj serta pembehasan seputar yang berkaitan dengan isra dan mi'rajnya baginda rasul saw termasuk puasa rajab 2018 dan yang lainnya. Semoga kita semua bisa mnegambil hikmah dengan adanya peristiwa di balik isra miraj ini.

Contoh Ceramah Pidato Singkat Tentang Keutamaan Bulan Rajab Dan Amalannya

Contoh Ceramah Pidato Singkat Tentang Keutamaan Bulan Rajab Dan Amalannya - Bulan rajab ialah bulan yang begitu mulia serta agung, penuh barokah serta hikmah beribadah puasa bulan Rajab pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, doa-doa diijabah, serta pintu taubat di buka lebar-lebar siap terima siapa saja juga yang akan bertaubat pada Allah. Seperti diriwayatkan oleh Al imam Ibnu ‘Asakir dari Abu Umamah RA sebenarnya Nabi Muhammad SAW bersabda (yang berarti):

“Ada lima malam yang akan tidak tidak diterima doa-doa di dalamnya, malam pertama bulan rajab, malam pertengahan sya’ban (nisfu sya’ban), malam jumat, malam idul fitri serta malam idul adha”. Serta cukuplah sangkanya menjadi kemuliaan bulan ini dimana Allah Ta’ala membuatnya satu diantara empat bulan yang diberi nama Asyhurul Hurum (bulan yang terhormat). Seperti dalam Al Quran Allah berfirman (yang berarti):

Sebenarnya bilangan bulan pada bagian Allah adalah dua belas bulan, dalam ketentuan Allah di waktu Dia membuat langit serta bumi, salah satunya empat bulan haram (mulya). Itu (ketentuan) agama yang lurus, karena itu jangan sampai kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. At Taubah 36)

Contoh Ceramah Pidato Singkat Tentang Keutamaan Bulan Rajab Dan Amalannya

Tentang Asyhurul Hurum ini Nabi Muhammad SAW sudah menuturkan pada kita jika empat bulan itu ialah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram serta Rajab. Seperti dalam kisah Bukhori serta Muslim dari teman dekat Abu Bakrah RA. Bahkan juga beberapa Ulama memiliki pendapat jika dari ke empat bulan ini yang paling penting ialah bulan Rajab, sesaat yang lainnya memiliki pendapat bulan Muharram.

Teman dekat Ibnu Abbas RA menyampaikan mengenai kemuliaan empat bulan ini:

“Allah sudah mengutamakan empat bulan, di mana Allah membuatnya penuh kemulyaan, dosa-dosa di bulan ini semakin besar dibanding bulan yang lain, begitupun amal sholeh serta pahala”. Bahkan juga Nabi Muhammad SAW tunjukkan kemuliaan bulan Rajab ini dengan menyandarkannnya pada Allah SWT, di mana beliau bersabda: “Rajab ialah Bulannya Allah, Sya’ban ialah bulanku, serta Ramadhan ialah bulan umatku”. (HR. Abul Fath bin Abil Fawaris dari Hasan al Bashri, hadits mursal)

Diriwayatkan oleh İbnu Abbas r.a sebenarnya Rasulullah SAW bersabda ''Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 1 di bulan Rajab karena itu pahala puasanya sama dengan ia berpuasa saat 3 Tahun, Siapa saja yang berpuasa pada tanggal 2 di bulan Rajab karena itu pahala puasanya sama dengan ia berpuasa saat 2 Tahun, Siapa saja yang berpuasa pada tanggal 3 di bulan Rajab karena itu pahala puasanya sama dengan ia berpuasa saat 1 Tahun,serta sesudah tiga hari itu (dari tanggal 4 s/d akhir bulan Rajab) pahala puasanya sama dengan puasa tiap-tiap bulan''

Dalam Hadits Bukhari serta Muslim, sebenarnya Rasulullah SAW bersabda ''Sesungguhnya di Surga ada sungai-sungai yang airnya lebih putih dibanding susu,serta Rasa-rasanya lebih manis dibanding madu, serta siapa saja yang puasa i hari bulan Rajab, karena itu Allah akan meminumkan air sungai itu padanya (pada orang yang berpuasa)''.

Bahkan juga karena sangat mulia serta barokahnya puasa pada bulan ini, dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW berkata ''Tidak ada Puasa lagi sesudah Bulan ramadhan (yang lebih afdhol) terkecuali puasa pada Bulan Rajab serta Sya'ban''.

Seperti menanam tanaman, Rajab ialah bulan kita menanam benih-benihnya, Sya’ban kita menyirami serta memupuknya, tengah Ramadhan kita memanen akhirnya. Itu keterikatan tiga bulan itu. Demikian apakah yang
disebutkan oleh Al imam Abu Bakar Al Warraq Al Balkhi. Beliau juga berkata, “Perumpamaan Rajab seperti angina, Sya’ban seperti awan (mendung)nya serta Ramadhan seperti hujannya”.

Rajab termasuk satu diantara Al Asyhurul Hurum, bulan-bulan penuh kehormatan serta kemuliaan, yakni Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram serta Rajab. Seperti diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Di antara kemuliaan yang ada didalam bulan Rajab, ialah terkabulkannya doa-doa hamba di dalamnya, terpenting saat malam pertamanya, dalam satu hadits Rasulullah Saw bersabda (yang berarti):

” Lima malam, akan tidak tidak diterima doa-doa di dalamnya : awal malam bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jumat, Malam ‘Idul Fithri serta malam an Nahr (’Idul Adha)”. (HR. Ibnu ‘Asakir)

Rajab ialah bulan Allah Swt yang dituangkan di dalamnya karunia pada hamba-hamba-Nya. Rasulullah Saw bersabda (yang berarti):

“Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku serta Ramadhan bulan umatku” (Hadits Mursal dari Al Hasan Al Bashri)

Dengan berdasar pada hadits di atas, karena itu beberapa Ulama’ mengatakan jika Rajab ialah bulan istighfar serta taubat pada Allah sama dengan arti ‘Rajab Bulan Allah’. Menjadi hamba Allah, sebaiknya di bulan Allah ini kita banyak bertaubat kepada-nya, kembali kepada-Nya serta mohon maaf sepenuh hati ke hadirat Ilahi, supaya betul-betul diampuni serta didekatkan kepada-Nya.

Sedang Sya’ban menjadi bulan Nabi Muhammad Saw, karena itu selayaknya serta wajar untuk kita perbanyak sholawat serta salam pada beliau Saw di bulan itu. Mengenai Ramadhan seperti kita kenali ialah bulan yang didalamnya di turunkan Al Quran, karena itu sebaiknya seseorang hamba isi saatnya saat Ramadhan dengan beberapa membaca Al Quran selain ibadah-ibadah yang lainnya.

Dalam kitab An Nafahat An Nuraniyyah, Syeikh Yusuf Khatthar mengatakan jika bulan mempunyai 14 nama, serta jumlahnya nama itu cukup tunjukkan kemuliaan serta kehormatannya. Beberapa nama itu ialah : Rajab, Syahrullah (Bulan Allah), Rajab Mudhar, Munshilul Asinnah, Al Ashom, Al Ashob, Munaffis, Muthahhir, Ma’alla, Muqim, Harim, muqasyqisy, Mubarri’ serta Fard.

Tidak hanya istighfar, beribadah yang disarankan dikerjakan di bulan Rajab ialah berpuasa, sekalinya tidak ada hadits spesial yang mengatakan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab ini dengan spesial. Tapi telah termasuk juga dalam keumuman sunnahnya berpuasa pada Al Asyhurul Hurum, karena Rajab termasuk juga Al Asyhurul Hurum.

Diriwayatkan dari ‘Urwah dia menanyakan pada Abdullah bin Umar, “Apakah Rasulullah Saw berpuasa di bulan Rajab?”, Ibnu Umar menjawab, “Benar serta beliau saw memuliakannya” (HR. Abu Dawud serta Ibnu Majah).

Sangat dikit puasa di bulan Rajab sehari, yaitu pada hari pertama. Puasa dalam bulan Rajab, seperti dalam bulan-bulan mulia yang lain, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah Al-Bahiliyah dari ayahnya , Rasulullah Bersabda,(yang berarti):

“Berpuasalah kalian pada bulan-bulan haram atau tinggalkan (puasa).” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, serta Ahmad).

Sedang kita sudah tahu jika Rajab termasuk juga bulan-bulan haram (Al Asyhurul Hurum). Karena itu hadits tersebut pada umumnya juga tunjukkan kesunnahan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan juga dari Abu Qilabah, seseorang pembesar Tabi’in, beliau berkata, “Di surga ada sebuat istana yang ditujukan buat beberapa orang yang puasa di bulan Rajab”. Tentang Abu Qilabah, Imam Baihaqi berkata, “Beliau ialah pembesar Tabi’in, tidak beliau mengemukakan suatu terkecuali karena dengar generasi diatasnya (beberapa teman dekat)”.

Oleh karena itu tersebutlah beberapa ulama salaf yang lakukan puasa Rajab satu bulan penuh seperti Imam Abdullah bin Umar, Hasan Al Bashri, Abu Ishaq As Sabi’iy serta yang lain.

Lainnya lagi dengan Imam Ahmad bin Hambal serta Yahya bin Sa’id Al Anshori beliau tidak suka pada berpuasa satu bulan penuh dalam Rajab karena ada info dari teman dekat Abdullah bin Abbas jika beliau tidak suka bila Rajab digunakan puasa satu bulan penuh. Oleh karena itu untuk hindari hal itu, kata Imam Ahmad bin Hambal : “Hendaknya seorang tidak puasa satu atau dua hari di bulan Rajab”.

Hal seperti ini rupanya searah dengan saran Imam Asy Syafi’I, beliau
berkata :

“Aku tidak senang bila seorang berpuasa satu bulan penuh seperti dia berpuasa Ramadhan. Alasannya ialah jangan pernah tindakannya barusan dibarengi oleh penduduk pemula (yang jahil) hingga di kuatirkan mereka akan menduga jika hal tersebut hukumnya harus. Serta akan hilang kemakruhan mengutamakan Rajab dengan puasa itu, bila dikombinasi dengan puasa sunnah yang lain, seperti berpuasa Rajab satu bulan penuh serta diteruskan dengan puasa Sya’ban. (karena itu yang demikian tidak makruh)”.

Hadist lainnya yang menjelaskan keutamaan puasa di bulan Rajab, diantaranya, Imam Ath-Thabarani meriwayatkan dari Sa’id bin Rasyid, Rasulullah SAW bersabda, (yang berarti):

“Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, laksana ia puasa satu tahun. Jika berpuasa tujuh hari, ditutuplah untuk dia pintu-pintu neraka Jahannam. Jika berpuasa delapan hari, dibukakan untuk dia delapan pintu surga. Jika berpuasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya…”

Walau demikian, menurut Imam Suyuthi dalam al-Haawi lil Fataawi, sebagian besar hadist mengenai puasa Rajab itu berstatus Dha’if (kurang kuat). Namun hadits dha’if seperti disetujui Ulama pakar hadits, bisa dipakai untuk
berikan motivasi diri dalam fadhailul A’mal (kerjakan amal-amal kebajikan), pada saat tidaklah terlalu berat ke-dha’ifan-nya ataukah tidak ada pada sanadnya seseorang rawi yang menyukai berdusta atau dituduh senang berdusta.

Ada satu lagi amalan yang sebaiknya kita ikuti dari Rasulullah, yakni berdoa di bulan Rajab seperti sudah beliau sampaikan. Dari teman dekat Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Saw bila sudah masuk bulan Rajab beliau banyak berdoa:
Allahumma baarik lana fii Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan (yang berarti : Ya Allah berikanlah keberkahan untuk kami di bulan Rajab serta Sya’ban serta berikan kami pada bulan Ramadhan).

Amalam Dan Keutamaan Tentang Bulan Rajab

Bulan yg suci, yg sarat bakal arti kemuliaannya, miliki pelbagai keutamaan serta senantiasa dinantikan kemunculannya ini, punyai keunggulan sendiri, sebab bulan ini adalah salah 1bulan pada tiga bulan haram yang lain ialah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, serta Muharram. Tersebut bulan Rajab, bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah jadi bulan penuh dengan berkah, sebab ia dekat dengan bulan Ramadan. Di bulan Rajab berikut ini berlangsung moment utama yg kerap diketahui dengan moment Isra’ Mikraj, ialah moment perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsa, lantas langsung ke Sidratulmuntaha yg berlangsung waktu malam 27 Rajab.

Banyak keutamaan puasa rajab yang bisa kita studi salah satunya ialah bulan Rajab adalah bulan suci nan mulia yg kemunculannya dirindukan oleh umat Islam jadi bulan penuh keberkahan. Allah SWT berfirman dalam surat at Taubah ayat 36 yg berbunyi :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya banyaknya bulan menurut Allah yaitu dua belas bulan, (sama seperti) dalam keputusan Allah pada kala Dia membuat langit serta bumi, salah satunya ada empat bulan haram. Tersebut (keputusan) agama yg lurus, jadi jangan sampai kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yg empat) itu serta perangilah para musyrikin seluruhnya sama seperti mereka lantas memerangi kamu seluruhnya. Serta ketahuilah kalau Allah bersama-sama beberapa orang yg takwa. ” (QS. At Taubah : 36).

Amalam Dan Keutamaan Tentang Bulan Rajab

Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaihul ‘Ibad memaparkan kalau Umar bin Khattab ra. sempat berkata, ”Kemuliaan dunia bisa digapai dengan harta serta kemuliaan akhirat bisa digapai dengan amal saleh”. Di bulan yg spesial ini, umat Islam bersaing buat mendapat kemuliaan dengan mobilisasi sejumlah amaliyah salah satunya ialah :

Puasa Sunnah Bulan Rajab

Umat Islam kerap membahas kesahihan hadis-hadis terkait keutamaan puasa sunah bulan Rajab, termasuk juga pahala orang yg berpuasa di bulan Rajab. Berkenaan hukum puasa serta beribadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menjelaskan, udah jelas serta shahih sejarah kalau Rasulullah SAW tertarik pada puasa serta perbanyak beribadah di bulan haram, serta Rajab merupakan salah satunya dari bulan haram. Jadi sepanjang tidaklah ada larangan privat puasa serta beribadah di bulan Rajab, tidaklah ada satu kapabilitas buat melarang puasa Rajab serta beribadah yang lain di bulan Rajab. ” Sama seperti hadis keutamaan puasa Rajab dibawah berikut ini :

وَحَدِيث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام من رجب يوما كان كصيام شهر و من صام منه سبعة ايام غلقت عنه ابواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية ايام فتحت له ابواب الجنة الثمانية ومن صام من عشرة ايام بدلت سيئاته حسنات

“Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab satu hari, jadi laksana ia puasa sepanjang 1 bulan, apabila puasa 7 hari jadi ditutuplah untuk dirinya 7 pintu neraka Jahim, apabila puasa 8 hari jadi dibukakan untuk dirinya 8 pintu surga, sekiranya puasa 10 hari jadi digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan. ”

Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al Haawi li al Fataawi kalau hadis-hadis terkait keutamaan serta kekhususan puasa Rajab itu terkategori dha’if (lemah atau kurang kuat).
Tetapi, dalam rutinitas Ahlussunnah wal Jama’ah sama seperti biasa diamalkan banyak ulama generasi salaf yg saleh udah sepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).

Syaikhul Islam al Imam al Hafidz al ‘Iraqi dalam al Tabshirah wa al Tadzkirah mengemukakan : “Adapun hadis dha’if yg tak maudhu’ (palsu), jadi banyak ulama udah memperbolehkan membuat jadi lebih mudah dalam sanad serta periwayatannya tanpa memaparkan kedha’ifannya, seandainya hadis itu tak berhubungan dengan hukum serta akidah, namun berhubungan dengan targhib (motivasi beribadah) serta tarhib (peringatan) seperti anjuran, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal serta lain- beda. ”

Perbanyak Membaca Istighfar

Dari kitab Risalah ‘Amaliyah di sebutkan, “Barangsiapa membaca (istigfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban serta bulan Ramadan dibaca pada tiap-tiap – tiap-tiap hari pada shalat Ashar serta Maghrib, jadi Allah SWT mewahyukan terhadap dua malaikat biar merobek buku catatan dosa serta kesalahannya ketika hidupnya. Bacaan istighfar itu berbunyi :

🤔 Wanita Haid Dapat Berburu Amal di Bulan Ramadan

اَسۡتَغۡفِرُ ﷲَ الۡعَظِيۡمَ الَّذِيۡ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَيُّ الۡقَيُّوۡمُ غَفَّارُ الذُّنُوۡبِ وَسَتَّارُ الۡعُيُوۡبِ وَاَتُوۡبُ اِلَيۡهِ تَوۡبَۃَ عَبۡدِ ظَالِمِ لِنَفۡسِهِ لَايَمۡلِكُ ضَرًّا وَلَانَفۡعًا وَلَامَوۡتًا وَلَاحَيَاۃً وَلَانُشُوۡرًا

Wahab bin Munabbah juga memaparkan kalau ia sempat membaca didalam kitab-kitab Allah SWT ialah harusnya beristighfar terhadap Allah SWT di bulan Rajab pada sore dan pagi hari dengan membawa ke dua tangannya dan membaca اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ وَارۡحَمۡنِيۡ وَتُبۡ عَلَيَّ sebanyak70 kali. Lantas direkomendasikan juga membaca أَسّتَغۡفِرُ ﷲَ ذَا الۡجَلَالِ وَالۡإِكۡرَامِ, مِنۡ جَمِيۡعِ الذُّنُوۡبِ وَالۡآثَامِ sejumlah 50 kali waktu pagi serta malam hari.

Tidak hanya itu, umat Islam juga direkomendasikan buat membaca sayyidul istighfar dari Nabi SAW sejumlah 3 kali tiap-tiap sore dan pagi hari, ialah :

اَللّٰهُمَّ أَنۡتَ رَبِّيۡ لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنۡتَ خَلَقۡتَنِيۡ وَأَنَا عَبۡدُكَ وَأَنَا عَلَی عَهۡدِكَ وَوَعۡدِكَ مَا اسۡتَطَعۡتُ, أَعُوۡذُبِكَ مِنۡ شَرِّ مَا صَنَعۡتُ, أَبُوۡءُ لَكَ بِنِعۡمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوۡءُ بِذَنۡبِيۡ فَاغۡفِرۡلِيۡ فَإِنَّهُ لَايَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ إِلَّاأَنۡتَ

Membaca doa waktu pagi, sore, serta malam hari di bulan Rajab

Nabi Muhammad SAW sangatlah memuliakan bulan Rajab tidak cuman jadi salah 1bulan haram yg dimuliakan Allah Swt juga sebab di bulan berikut ini baginda Nabi SAW memperoleh mukjizat yg sangatlah dahsyat ialah perjalanannya dari Masjid al-Haram sampai ke Sidratul Muntaha. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas ra. kalau Rasulullah SAW disaat masuk bulan Rajab berdoa :

اَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab serta Sya’ban serta berikan kami pada bulan Ramadan”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib jadi seseorang khalifah yg sangatlah taat serta patuh bakal perintah Allah serta Rasul-Nya juga sangatlah memuliakan bulan penuh fadhilah ini dengan membaca doa waktu malam pertama bulan Rajab ialah :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی مُحَمَّدِ وَآلِهِ مَصَابِيۡحِ الۡحِكۡمَۃِ, وَمَوَالِيَ النِّعۡمَۃِ, وَمَعَادِنِ الۡعِصۡمَۃِ, وَاعۡصِمۡنِيۡ مِنۡ كُلِّ سُوۡءٍ, وَلَا تَأۡخُذۡنِيۡ عَلَی غِرَّۃٍ, وَلَا عَلَی غَفۡلَۃٍ, وَلَا تَجۡعَلۡ عَوَاقِبَ أَمۡرِيۡ حَسۡرَۃً وَنَدَامَۃً, وَارۡضَ عَنِّيۡ, فَإِنَّ مَغۡفِرَتَكَ لِلظّالِمِيۡنَ, وَأَنَامِنَ الظَّالِمِيۡنَ, اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ مَالَايَضُرُّكَ, وَأَعۡطِنِيۡ مَالَايَنۡفَعُكَ, فَإِنَّكَ الۡوَاسِعَۃُ رَحۡمَتُهُ الۡبَدِيۡعَۃُ حِكۡمَتُهُ, فَأَعۡطِنِيۡ السَّعَۃَ وَالدَّعَۃَ, وَالۡأَمۡنَ وَالصِّحَّۃَ, وَالشُّكۡرَ وَالۡمُعَافَاۃَ وَالتَّقۡوَی, وَأَفۡرِغِ الصَّبۡرَ وَالصِّدۡقَ عَلَيَّ وَعَلَی أَوۡلِيَآءِكَ, وَأَعۡطِنِيۡ الۡيُسۡرَ, وَلَاتَجۡعَلۡ مَعَهُ الۡعُسۡرَ, وَاعۡمُمۡ بِذَالِكَ أَهۡلِيۡ وَوَلِدِيۡ وَإِخۡوَانِيۡ فِيۡكَ وَمَنۡ وَلَدَنِيۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ وَالۡمُسۡلِمَاتِ وَالۡمُوءۡمِنِيۡنَ وَالۡمُوءۡمِنَاتِ

Rasulullah SAW serta Sayyidina Ali sangatlah memuliakan bulan Rajab. Begitupula Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, seseorang ulama tasawuf yg sangatlah disegani serta dipandang sebagai wali Allah dalam dunia tarekat serta sufisme, beliau berdoa waktu malam pertama bulan Rajab dengan bacaan sebagaimana berikut :

إِلٰهِيۡ تَعَرَّضَ لَكَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ الۡمُتَعَرِّضُوۡنَ, وَقَصَدَكَ الۡقَاصِدُوۡنَ, وَأَمَّلَ فَضۡلَكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ الطَّالِبُوۡنَ, وَلَكَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ نَفَحَاتٌ وَجَوَاءِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ, تَمُنُّ بِهَا عَلَی مَنۡ تَشَاءُ مِنۡ عِبَادِكَ, وَتَمۡنَعُهَا مِمَّنۡ لَمۡ تَسۡبِقۡ لَهُ الۡعِنَايَۃُ مِنۡكَ, وَهَا أَنَاذَا عَبۡدُكَ الۡفَقِيۡرُ إِلَيۡكَ, الۡمُوءَمِّلُ فَضۡلَكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ فَإِنۡ كُنۡتَ يَامَوۡلَايَ تَفَضَّلۡتَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ عَلٰی أَحَدٍ مِنۡ خَلۡقِكَ, وَجُدۡتَ عَلَيۡهِ بِعَاءِدَۃٍ مِنۡ عَطۡفِكَ, فَصَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحۡبِهِ, وَجُدۡ عَلَيَّ بِطَوۡلِكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ, يَارَبَّ الۡعَالَميۡنَ

Shalat Malam di bulan Rajab

Menurut sejumlah ulama Hanafi serta Hanbali menuturkan kalau sejumlah malam-malam yg sunnah buat dihidupkan (mobilisasi shalat malam) merupakan malam awal bulan Rajab. Mereka ber-hujjah sebab ini malam (awal bulan Rajab) merupakan sisi dari lima malam yg seandainya berdoa jadi doa itu tak tertolak ialah malam Jum’at, awal malam bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, serta dua malam hari raya. Oleh sebab itu, umat Islam direkomendasikan buat mengerjakan shalat sunah saat malam bulan Rajab hingga umat Islam dapat menjiwai begitu melimpahnya berkah Allah SWT yg di turunkan waktu malam itu.

Dengan menjiwai keutamaan bulan Rajab dan mobilisasi amaliyah-amaliyahnya itu, mudah-mudahan berubah menjadi benih kebaikan yg senantiasa dipupuk, dirawat, disemai, serta satu kala kelak sang penanam benih itu bakal memetik kebaikan sebagai keberkahan selalu untuk iringi perjalanan dalam pengembaraannya didunia sampai kedepannya di akhirat. Wallahu a’lam bisshawab.

Keutamaan Menikah Di Bulan Rajab Bulan Baik Menurut Agama Islam

Keutamaan Menikah Di bulan rajab 2019 Bulan Baik Menurut Agama Islam - Menikah merupakan kejadian spesial didalam hidup manusia. Sebab keunggulan tersebut, banyak orang-orang yg mau bikin hari pernikahannya berubah menjadi kejadian sangat indah sepanjang waktu. Dalam islam, menikah adalah sunnatullah yg sangatlah direkomendasikan untuk tiap-tiap muslim serta muslimat disaat udah baligh serta bisa. Tersebut trik islam buat mempersatukan dua insan ke ikatan yg suci serta halal. Jadi disaat anda udah dewasa lekaslah menikah. Sebab dengan menikah, kita bakal jauh dari perbuatan zina.

Disaat bakal mengadakan pernikahan berbagai hal yg disiapkan oleh ke dua mempelai. Hal semacam ini sangatlah lumrah mengingat kejadian ini sangatlah spesial untuk mereka. Satu diantaranya soal utama yg senantiasa berubah menjadi pertimbangan utama merupakan waktu. Kapan harusnya pernikahan itu dilaksanakan? Berhubung sekarang udah masuk Bulan Rajab, lebih kurang baikkah Menikah di Bulan Rajab itu? Buat menjawab pertanyaan itu mari kita baca uraian dibawah ini.

Pemilihan hari yg baik buat menikah tak ada di dalam tata trik pernikahan dalam Islam ataupun ketentuan pernikahan dalam Islam, serta dalam sumber syariat Islam juga tak ada dalil ataupun hadits yg memaksa umatnya buat mengerjakan pernikahan dalam hari atau bulan khusus. Tetapi dalam Islam ada sejumlah bulan yg punyai keunggulan serta keutamaan buat mengerjakan pernikahan, puasa maupun sunnah yang lain. Salah satunya dari sekian bulan yg punyai keunggulan itu merupakan bulan Rajab.

Keutamaan Menikah Di Bulan Rajab Bulan Baik Menurut Agama Islam

Menagapa bbulan Rajab dikira spesial? Sebab bulan Rajab adalah salah 1bulan haram dalam Islam. Serta bulan haram ini merupakan bulan yg mulia menurut Islam.

Dalam satu hadits, Rasulullah SAW. bersabda : “Setahun berputar-putar sama seperti keadaanya sejak mulai Allah membuat langit serta bumi. 1 tahun itu ada dua belas bulan. Salah satunya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturutan ialah Dzulqo’dah, Dzulhijjah serta Muharram. (1bulan lagi merupakan Rajab Mudhor yg terdapat pada Jumadil (akhir) serta Sya’ban. ” (HR. Bukhari)

Arti dari bulan haram dalam hadits itu merupakan, pada bulan itu diharamkan buat mengerjakan perbuatan dosa, umpamanya seperti pembunuhan atau perbuatan dosa yang lain. Sesungguhnya jadi kaum muslim kita memang dilarang buat mengerjakan perbuatan dosa pada kapan saja, bukan hanya pada bulan khusus, tetapi pada bulan-bulan haram itu lebih dikedepankan biar kita tak lakukan perbuatan dosa. Sebab kenyataannya pada bulan haram itu amatlah baik seandainya kaum muslim mengerjakan amal kebaikan serta ketaatan.

Terus apa keutamaan pernikahan di bulan Rajab menurut Islam?

Keutamaan Menikah di Bulan Rajab Menurut Islam
Permasalahan waktu yg baik buat menikah sesungguhnya tak disarankan serta dikedepankan dalam Islam, serta semua hari serta bulan dalam Islam pada intinya merupakan waktu yg baik, tak ada hari maupun bulan yg membawa keburukan menurut Islam.

Tetapi, terdapat banyak orang yg menentukan hari serta bulan khusus buat mengadakan pernikahan sebab dikira terbaik serta tak membawa keburukan. Terus menjauhi hari atau bulan yg dikira tidak baik serta bisa membawa kesialan, menaruh kepercayaan pada perihal itu tidak dibenarkannya dalam Islam serta termasuk juga ke dalam perbuatan syirik dalam Islam.
Mengerjakan pernikahan pada bulan Rajab berikan keutaaman ialah :

Menikah pada kala yg istimewa
Bulan Rajab dipandang sebagai satu diantaranya waktu spesial dalamm Islam, sebab bulan ini adalah salah 1bulan yg dimuliakan oleh Allah SWT.

2. Menikah pada bulan yg dekat dengan bulan Ramadhan.

Pada bulan Rajab serta bulan Ramadhan cuma terpisah atau berjarak dengan 1bulan saja. Serta dalam (HR. Ahmad), dijelaskan, banyak ulama berdo’a : “Ya allah berkahilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban dan berkahilah kami dalam bulan Ramadhan. ”

3. Bulan Rajab merupakan bulan Isra Mi’raj.

Dalam Islam, pada tiap-tiap bulan Rajab ada peringatan Isra’ Mi’raj. Ialah buat memperingati satu moment dahsyat, yg moment sebagai jembatan perintah buat shalat dengan cara langsung dari Allah terhadap Nabi Muhammad.

Menjadi, jadi muslim yg baik, seharusnya tak yakin terdapatnya hari atau bulan yg baik serta tidak baik, sebab perihal itu termasuk juga ke dalam perbuatan syirik. Serta nasib baik atau tidak baik yg menerpa seorang tidak berdasar pada hari atau bulan yg pas, tetapi semuanya itu ada pada kuasa Allah SWT., sebab yaitu yg Maha Kuasa atas semua apakah yg berlangsung didunia serta seisinya.

Itulah sedikit Ulasan dari menikah di bulan rajab semoga saja dengan adanya pembahasan ini bisa memilih bulan mulia sebagai waktu untuk melaksanakan pernikahan, dengan harapan agar mendapat keberkahan dari keagungannya. Silahkan kalian pahami lebih baik lagi terutama yang ada pada artikel mengenai Keutamaan Menikah Di Bulan Rajab Bulan Baik Menurut Agama Islam dan lain sebagainya.

Hikmah Makna Pristiwa Kisah Isra Mi'raj Nabi Saw Di Bulan Rajab

Hikmah Makna Pristiwa Kisah Isra Mi'raj Nabi Saw Di Bulan Rajab - Masih dalam pembahasan seputar kejadian dan peistiwa serta keunggulan bulan rajab, yang mana juga sebelunnya sudah banyak kami sajikan pembahasan berkaitan salah satunya seperi puasa di bulan rajab hukum dalil dan keutamaannya. Nah kali ini akan di bahas seputar makna isra mi'raj baginda rasululullah saw yang terjadi pada bulan rajab ini.

Perjalanan isra serta mi’raj adalah perjalanan yang penuh karunia yang tunjukkan begitu Maha Kuasanya Allah SWT. Bagaimana seseorang hamba, Nabi Muhammad SAW bersama dengan ruh serta jasadnya meniti jarak beberapa ribu bahkan juga juta-an km. cuma pada sebuah malam saja. Serta dalam perjalanan yang demikian cepat itu, Allah kuasakan Nabi Muhammad dapat lihat kondisi seputar yang beliau lalui, baik peristiwa atau kondisi waktu isra ataupun mi’raj

Dalam ayat pertama surat Al-Isra, Allah dengan memberikan pujian pada dianya serta menyampaikan kabar kekuasaan serta keagungan-Nya atas semua hal. Kekuasaanya itu dibuktikan dengan mengusung hambanya ke hadirat-Nya ; “Maha Suci Allah, yang sudah memperjalankan hamba-Nya dalam satu malam dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha yang sudah kami berkahi sekelilingnya supaya Kami tunjukkan padanya beberapa dari pertanda (kebesaran) Kami. Sebenarnya Dia Maha Dengar serta Mengetahui”.

Hikmah Makna Pristiwa Kisah Isra Mi'raj Nabi Saw Di Bulan Rajab

Dalam literatur tafsir ayat ini memberikan kekhususan pada Nabi Muhamad yakni jika Allah sendiri yang berkehendak mengusung beliau ke langit bukan atas kehendak Nabi sendiri. Berlainan dengan beberapa nabi lainnya seperti Nabi Musa yang menginginkan dianya berjumpa dengan Rabbnya. Ini berarti Allah ingin tunjukkan keagungan serta kekuasaanya pada makhluknya dengan pilih Nabi Muhammad ini menjadi figur makhluk yang sangat spesial di depan Allah.

Dengan memi’rajkan baginda Nabi Muhammad, Allah ingin tunjukkan serta menyatakan pada golongan kafir dua hal sekaligus juga, yakni ; jika Allah Maha Berkuasa atas semua hal serta Nabi Muhammad merupakan betul-betul utusan/rasulnya. Serta siapa saja ikuti Al Musthafa ini dalam soal perkataan serta perbuatanya karena itu diyakinkan ia akan terhormat serta mendapatkan karunia dari Allah SWT sama dengan ayat itu.

Memang banyak saran mengenai kapan terjadinya momen isra’-miraj ini tetapi yang masyhur menurut Imam Nawawi Al_Jawi dalam Nuruz Zholam merupakan berlangsung saat malam senin tanggal 27 bulan rajab hingga tidaklah heran beberapa ulama nusantara memperingati momen ini pada bulan rajab untuk ambil karunia serta hikmah dari peringatan itu. Pengakuan Imam nawawi ini menjadi bukti atau landasan diadakannya peringatan isra-mi’raj di bulan rajab ini.

Diantara hikmah momen isra’-mi’raj menurut beberpa ulama merupakan seperti berikut ;

Imam as-Suyuthi dalam Khashaish Nabawayiah Kubro menuturkan beberapa hikmah perjalanan isra mi’raj. Beliau menyampaikan mengenai hikmah perjalanan isra dikerjakan pada malam hari karena malam hari merupakan waktu yang tenang untuk menyendiri serta waktu yang spesial. Itu waktu shalat yang diharuskan atas Nabi, seperti dalam firman-Nya, “Berdirilah shalat pada malam hari” (QS. Al-Muzammil : 2).

As-Suyuthi meneruskan, hikmah beliau disandingkan dengan Nabi Adam AS pada langit pertama karena Nabi Adam merupakan nabi serta manusia pertama. Di langit ke-2 berjumpa dengan Nabi Isa AS karena Nabi Isa merupakan yang sangat dekat eranya dengan Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu di langit ke-3 berjumpa dengan Nabi Yusuf, karena umat Muhammad SAW akan masuk ke surga dengan tampilan serupawan Nabi Yusuf. Selanjutnya Nabi Idris, disebutkan jika beliaulah yang pertama-tama diangkat ke langit sebelum Nabi Isa serta Nabi Muhammad. Lalu berjumpa dengan Nabi Harun karena dia merupakan saudara Nabi Musa yang mendapinginya dalam berjuang.

Kemudian ketemu Nabi Musa karena keutamaan beliau sempat dibawa bicara oleh Allah. Serta paling akhir merupakan Nabi Ibrahim karena beliau merupakan ayah pilihan yaitu ayah beberapa nabi.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dengan menukil pengakuan Abu Muhammad bin Abi Hamzah menyampaikan, “Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit merupakan untuk memperlihatkan kebenaran terjadinya momen ini serta menyanggah beberapa orang yang ingin mendustakannya. Jika perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, karena itu susah dikerjakan keterangan serta pembuktian pada beberapa orang yang memungkiri momen ini.

Saat disebutkan jika Nabi Muhammad mengawali perjalanan isra ke Baitul Maqdis, beberapa orang yang akan memungkiri juga menanyakan mengenai beberapa ciri Baitul Maqdis seperti yang sempat mereka lihat, serta mereka juga tahu jika Nabi Muhammad tidak pernah memandangnya.

Waktu Rasulullah menyampaikan kabar ciri-cirinya, mereka sadar jika momen isra pada malam itu betul-betul berlangsung. Umumnya mereka membetulkan apakah yang baginda Nabi jelaskan mengenai pengalaman isra serta mi'raj. Momen ini meningkatkan iman beberapa orang yang beriman serta membuat beberapa orang yang celaka makin bertambah keras bantahannya.

Sedang syaikh Al Qusyairi menyebutkan hikmah Isra Mi’raj ini merupakan sebenarnya Allah ingin masyarakat bumi belajar darinya mengenai beribadah serta masyarakat langit belajar darinya mengenai adab-adab beribadah. Dalam menyebutkan karakter nabi-Nya, Allah mengatakan dalam surat An-Najm ayat 17 ; “penglihatanya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya serta tidak juga melampuinya”.

Tujuannya merupakan baginda Nabi tidak senang melihat kekiri serta kekanan, tidak memohon suatu yang melewati apakah yang sudah dikasihkan Allah baik berbentuk keududukan atau kemuliaan dan lain-lain. Lewat momen ini juga Allah menyampaikan kabar jika tidak ada suatu juga yang menyamai-Nya baik dalam keagungan serta keindahan-Nya dan menyatakan jika Nabi Muhammad merupakan makhluk pilihan terbaik-Nya.

Ucapan-ucapan ulama ini memberikan indikasi begitu terpenting serta hebatnya Isra-Mi’raj ini. Momen ini di samping tunjukkan mukjizat nabi juga memiliki kandungan misteri perintah shalat yang cuma di ketahui Allah serta rasulnya. Shalat selain menjadi media beribadah sebagai fasilitas munajat pada Allah.

Dalam shalat terhimpun semua dzikir serta doa hingga saat seorang inginkan pertolongan dari Allah sebaiknya ia membangun shalat sama dengan firman-Nya yang berarti ; “Hai beberapa orang yang beriman, jadikanlah sabar serta shalat menjadi penolongmu, sebenarnya Allah bersama beberapa orang yang sabar. ” (QS. Al-Baqarah : 153)

Berdasarkan keterangan Muhammad Amin dalam As-sirah Nabawiyah min Fathil Bari mengatakan penekanan syariat shalat lewat perjalanan mi’raj ini karena saat Nabi Muhammad SAW mi’raj pada malam itu, beberapa malaikat tengah melaksanakan ibadah. Diantara mereka ada yang berdiri serta belum pernah duduk, ada yang selalu rukuk serta tidak sujud, ada yang selalu sujud serta belum pernah duduk, karena itu Allah SWT menghimpun semua beribadah ini untuk umat Nabi Muhammad. Oleh karenanya, seseorang hamba yang kerjakan shalat lewat cara berdiri, rukuk, sujud, serta duduk sudah mengumpulkan semua beribadah beberapa malaikat.

Di samping hikmah diatas, dengan perjalanan isra mi’raj ini, Allah juga inginkan supaya hamba serta Rasul-Nya rasakan periode baru dalam berdakwah, seperti Nabi Musa juga alami periode baru dengan pergi langsung mendakwahi Firaun serta diangkatnya saudaranya Harun untuk mengikuti dakwahnya.

Nabi Musa sebelum diperintah untuk menjumpai Firaun sudah Allah sediakan dengan beberapa jenis mukjizat serta keutamaan supaya beliau siap. Allah berfirman pada Nabi Musa ; “untuk Kami tunjukkan padamu sebahagian dari pertanda kekuasaan Kami yang besar sekali, Pergilah pada Fir´aun ; sebenarnya ia sudah melebihi batas. ” (QS. Thaha : 23-24)

Sama seperti dengan Nabi Muhammad SAW, Allah buat persiapan perjalanan dakwah beliau yang panjang dengan membawanya ke satu babak di mana disandingkan dengan Jibril, beberapa nabi, surga serta neraka, supaya kesabaran beliau semakin tertempa dalam melawan lika-liku perjalanan dakwah. Allah berfirman pada Nabi Muhammad ; “Sesungguhnya dia sudah lihat sebahagian pertanda (kekuasaan) Tuhannya yang terbesar. ” (QS. An-Najm : 18)

Lantas beliau SAW diistimewakan dengan mengimami beberapa nabi serta dinaikkan menuju sidratul muntaha, satu kelebihan yang tidak didapatkan oleh seoranng juga tidak hanya beliau. Serta sebesar-besar hikmah dari perjalanan isra mi’raj merupakan disyariatkannya shalat. Dengan melaksanankan shalat harus itu seseorang hamba menegakkan suatu keharusan ubudiyah yang dapat menahan udara nafsu, memberikan akhlak-akhlak mulia didalam hati, menyucikan jiwa dari karakter penakut, pelit, keluh kesah, serta putus harapan.

Dengan shalat kita dapat meminta pertolongan pada Allah dari persoalan yang kita hadapi. Allah SWT berfirman yang berarti : “Sesungguhnya manusia dibuat berbentuk keluh kesah lagi kikir. Jika ia ditimpa kesulitan ia berkeluh kesah, serta jika ia mendapatkan kebaikan ia sangat kikir, terkecuali beberapa orang yang kerjakan shalat, yang mereka itu masih kerjakan shalatnya. ” (QS. Al-Ma’arij : 19-23)

Rasulullah SAW merupakan seseorang yang selalu berdiri (shalat) bermunajat pada Rabbnya, hingga beliau temukan kesenangan dalam kerjakan shalat. Beliau bersabda ; “Dan jadikan penyejuk hatiku didalam shalat. ”

Lewat media shalat ini dapat beberapa orang beriman bisa ada di depan Allah seakan-akan Allah memang sengaja supaya umat Nabi Muhammad bisa menjumpainya setiap saat. Bahkan juga golongan sufi jadikan shalat ini menjadi mi’rajnya setiap waktu.

Mi’raj golongan sufi lebih pada riyadhan serta mujahadah untuk mendidik serta bersihkan qalbunya supaya tetap suci serta menghadap Allah. Berarti mi’raj mereka bergantung pada tingkatan ruhaninya semasing dalam perjumpaanya dengan Allah SWT.

Mudah-mudahan Allah jadikan kita termasuk juga beberapa orang yang semangat dalam kerjakan shalat serta tidak lupa dalam mengerjakannya. Mudah-mudahan shalat jadi penyejuk hati kita serta jalan untuk mendekatkan diri pada Rabb kita. Wallau a’lam Bisshowab.

Dzikir Amalan Di Bulan Rajab 2018 10 Hari Pertama Dan Keutamaan

Dzikir Amalan Di Bulan Rajab 2018 10 Hari Pertama Dan Keutamaan - Rajab datang dari kata tarjib yang berarti menghormat, demikian keterangan Ibnu Katsir rahimahullan dalam tafsirnya. Dari namanya saja bisa di ketahui jika Rajab merupakan bulan yang wajar dihormati serta dimuliakan. Kenapa Rajab jadi bulan yang terhormat? Sekurang-kurangnya ada tiga keutamaan bulan itu.

Rajab adalah salah sebulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum). Oleh karenanya, Rajab jadi salah sebulan spesial dibanding bulan-bulan yang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang keutamaan bulan haram ini :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِن�'دَ اللَّهِ اث�'نَا عَشَرَ شَه�'رًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَو�'مَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَال�'أَر�'ضَ مِن�'هَا أَر�'بَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ ال�'قَيِّمُ فَلَا تَظ�'لِمُوا فِيهِنَّ أَن�'فُسَكُم�'

“Sesungguhnya bilangan bulan disamping Allah itu ada 12 bulan. Semuanya dalam ketentuan Allah pada hari Dia membuat langit serta bumi. Diantara (12 bulan) itu ada empat bulan haram. Itu (ketentuan) agama yang lurus, karena itu jangan sampai kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)


Saat menuturkan tafsir Surat At Taubah ayat 36 ini, Ibnu Katsir rahimahullah menyampaikan jika sangsi melakukan perbuatan dosa di bulan-bulan haram tambah lebih berat dibanding bulan-bulan yang lain, tidak hanya bulan suci Ramadhan. Demikian sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya semakin besar dibanding di bulan yang lain, terkecuali Ramadhan.

“Sesungguhnya kerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, karena itu dosa serta sanksinya tambah lebih besar dibanding lakukan perbuatan zalim di bulan-bulan yang lain, ” kata Ibnu Abbas yang diambil Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya semakin besar, serta kezaliman di bulan ini dosanya juga semakin besar di banding di bulan-bulan yang lain, walau kezaliman di tiap-tiap kondisi masih besar dosanya. ”

Saat menuturkan ayat ini dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menyatakan jika bulan Rajab merupakan bulan yang dihormati.

“Enam bulan selepas haji itu, yakni pada bulan Rajab jadikan lagi bulan yang dihormati, hentikan berperang, menghilangkan dendam kesumat, agar dapatlah kerjakan umrah di bulan suci itu, ” jelas Buya Hamka. “Sampai ke jaman kita saat ini buat semua Tanah Arab, dilihat jika bulan Rajab merupakan bulan ziarah besar, kerjakan umrah, serta masyarakat Makkah sendiri membuat ziarah besar ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah.
Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

Rajab adalah bulan yang dekat dengan Ramadhan. Pada Rajab serta Ramadhan cuma dipisahkan dengan Sya’ban. Masuknya bulan Rajab, oleh beberapa ulama jadikan momentum untuk menyongsong bulan Ramadhan dengan seluruh persiapan terpenting ruhiyah.

Banyak ulama terdahulu yang menyiapkan diri menyongsong Ramadhan semenjak bulan Rajab. Karena itu mereka berdoa :

اَللَّهُمَّ بَارِك�' لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَع�'بَانَ وَ بَلِغ�'نَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

Doa itu juga tertera dalam kisah Al-Baihaqi serta Thabrani, tetapi derajatnya dhaif menurut Syaikh Al Albani. Akan tetapi, ada pula doa semacam dengan matan berlainan dalam kisah Ahmad.

اللَّهُمَّ بَارِك�' لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَع�'بَانَ وَبَارِك�' لَنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban, dan berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Bila suatu hadits di ketahui dhaif, tidak bisa dipercaya menjadi sabda Rasulullah. Akan tetapi, bisa saja berdoa dengan doa dalam beberapa bhs. Serta banyak ulama yang membaca doa itu. Menjadi permintaan pada Allah supaya diberkahi di bulan Rajab, Sya’ban serta disandingkan dengan bulan Ramadhan.
Bulan Isra’ Mi’raj

Banyak ulama yang menyakini jika isra’ mi’raj berlangsung pada tanggal 27 Rajab. Terutamanya beberapa ulama di Indonesia hingga 27 Rajab diputuskan menjadi hari libur isra’ mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan mengagumkan yang dihadapi Rasulullah cuma tadi malam, bahkan juga kurang, dengan meniti perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lantas naik ke Sidratul Muntaha.

Lewat isra’ mi’raj, Rasulullah memperoleh perintah shalat lima waktu. Bila perintah yang lainnya di turunkan pada Rasulullah lewat malaikat Jibril, spesial untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ secara langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lantas apa amalan beberapa ulama di bulan Rajab?
Doa Menyongsong Ramadhan

Seperti sudah diterangkan diatas, banyak ulama yang mengamalkan doa meminta disandingkan bulan Ramadhan. Doa ini dipanjatkan mulai Rajab sampai akhir Sya’ban.
اَللَّهُمَّ بَارِك�' لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَع�'بَانَ وَ بَلِغ�'نَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan” (HR. Baihaqi serta Thabrani)

Derajat hadits itu dhaif menurut Syaikh Al Albani. Akan tetapi, ada pula doa semacam dengan matan berlainan dalam kisah Ahmad.
اللَّهُمَّ بَارِك�' لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَع�'بَانَ وَبَارِك�' لَنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban, dan berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)
Amalan Umum di Bulan Rajab

Amalan-amalan umum yang hukumnya sunnah tetaplah sunnah di bulan Rajab. Hingga shalat sunnah mulai shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat witir, sholat dhuha dan sebagainya masih sunnah di bulan Rajab. Demikian juga puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, ayamul bidh ataupun puasa Daud. Bahkan juga, amalan-amalan sunnah itu pahalanya semakin besar di bulan Rajab yang disebut bulan haram.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya semakin besar, serta kezaliman di bulan ini dosanya juga semakin besar di banding di bulan-bulan yang lain, walau kezaliman di tiap-tiap kondisi masih besar dosanya, ” kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu seperti diambil Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Amalan Spesial di Bulan Rajab

Ada juga amalan spesial di bulan Rajab, dari mulai mandi awal bulan rajab, puasa rajab, serta umrah rajab, tidak ada dalil yang kuat.
1. Mandi Awal Bulan Rajab

Mendekati bulan Rajab, seringkali tersebar pesan WhatsApp jika barangsiapa mandi keramas menyongsong bulan Rajab serta berpuasa di dalamnya, karena itu hatinya akan tidak mati serta dibikin bersih hatinya seperti bayi dan bisa mengusung 70 orang yang berdosa diakhir jaman.

Mandi awal bulan Rajab ini tidak ada dalilnya benar-benar. Bahkan juga hadits dhaif sekalinya, tidak ada. Serta tentang keistimewaannya yang dimaksud dapat mengusung 70 orang yang berdosa diakhir jaman, hal tersebut begitu aneh. Bagaimana bila sesudah mandi awal rajab lantas ia wafat, apa ia akan kembali bangkit untuk mengusung 70 orang yang berdosa diakhir jaman?
2. Puasa Rajab

Seperti diterangkan diatas, puasa sunnah (puasa Senin Kamis, ayyamul bidh, ataupun puasa Daud) tetaplah sunnah di bulan Rajab. Bahkan juga pahalanya makin banyak, seperti kata Ibnu Abbas. Akan tetapi, puasa spesial di bulan Rajab, tidak ada tuntunannya.

Ibnu Hajar Al Asqalani menuturkan, “tidak ada kisah shahih yang dapat jadikan dalil mengenai keutamaan bulan Rajab, baik memiliki bentuk puasa satu bulan penuh atau puasa di tanggal spesifik bulan Rajab atau shalat tahajjud pada malam spesifik. ” Wallahu a’lam bish shawab.

Amalan Bulan Rajab

Bulan yang suci, yang sarat akan arti kemuliaannya, memiliki pelbagai keutamaan serta tetap dinantikan hadirnya ini, mempunyai kelebihan sendiri, karena bulan ini adalah salah sebulan diantara tiga bulan haram yang lain yakni bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, serta Muharram. Itu bulan Rajab, bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah menjadi bulan penuh dengan karunia, karena ia dekat dengan bulan Ramadan. Di bulan Rajab berikut berlangsung momen terpenting yang seringkali diketahui dengan momen Isra’ Mikraj, yakni momen perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsa, lalu secara langsung ke Sidratulmuntaha yang berlangsung saat malam 27 Rajab.

Banyak keutamaan bulan Rajab yang bisa kita tekuni salah satunya yakni bulan Rajab adalah bulan suci nan mulia yang kehadirannya dirindukan oleh umat Islam menjadi bulan penuh keberkahan. Allah SWT berfirman dalam surat at Taubah ayat 36 yang berbunyi :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِن�'دَ اللَّهِ اث�'نَا عَشَرَ شَه�'رًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَو�'مَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأر�'ضَ مِن�'هَا أَر�'بَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ ال�'قَيِّمُ فَلا تَظ�'لِمُوا فِيهِنَّ أَن�'فُسَكُم�' وَقَاتِلُوا ال�'مُش�'رِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُم�' كَافَّةً وَاع�'لَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ ال�'مُتَّقِينَ

“Sesungguhnya jumlahnya bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (seperti) dalam ketentuan Allah pada saat Dia membuat langit serta bumi, salah satunya ada empat bulan haram. Itu (ketentuan) agama yang lurus, karena itu jangan sampai kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu serta perangilah golongan musyrikin semua seperti mereka juga memerangi kamu semua. Serta ketahuilah jika Allah bersama beberapa orang yang takwa. ” (QS. At Taubah : 36).

Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaihul ‘Ibad menuturkan jika Umar bin Khattab ra. sempat berkata, ”Kemuliaan dunia bisa dicapai dengan harta serta kemuliaan akhirat bisa dicapai dengan amal saleh”. Di bulan yang spesial ini, umat Islam berlomba untuk mendapatkan kemuliaan dengan menggerakkan beberapa amaliyah salah satunya yakni :

Puasa Sunnah Bulan Rajab

Umat Islam seringkali membicarakan kesahihan hadis-hadis mengenai keutamaan puasa sunah bulan Rajab, termasuk juga pahala orang yang berpuasa di bulan Rajab. Berkaitan hukum puasa serta beribadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi mengatakan, sudah jelas serta shahih kisah jika Rasulullah SAW suka pada puasa serta perbanyak beribadah di bulan haram, serta Rajab merupakan satu diantara bulan haram. Karena itu saat tidak ada larangan spesial puasa serta beribadah di bulan Rajab, tidak ada satu kemampuan untuk melarang puasa Rajab serta beribadah yang lain di bulan Rajab. ” Seperti hadis keutamaan puasa Rajab berikut ini :

وَحَدِيث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام من رجب يوما كان كصيام شهر و من صام منه سبعة ايام غلقت عنه ابواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية ايام فتحت له ابواب الجنة الثمانية ومن صام من عشرة ايام بدلت سيئاته حسنات

“Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab satu hari, karena itu laksana ia puasa saat satu bulan, jika puasa 7 hari karena itu ditutuplah untuk dia 7 pintu neraka Jahim, jika puasa 8 hari karena itu dibukakan untuk dia 8 pintu surga, apabila puasa 10 hari karena itu digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan. ”

Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al Haawi li al Fataawi jika hadis-hadis mengenai keutamaan serta kekhususan puasa Rajab itu terkategori dha’if (lemah atau kurang kuat).
Akan tetapi, dalam kebiasaan Ahlussunnah wal Jama’ah seperti biasa diamalkan beberapa ulama generasi salaf yang saleh sudah setuju mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).

Syaikhul Islam al Imam al Hafidz al ‘Iraqi dalam al Tabshirah wa al Tadzkirah menyampaikan : “Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), karena itu beberapa ulama sudah memperbolehkan memudahkan dalam sanad serta periwayatannya tanpa menuturkan kedha’ifannya, jika hadis itu tidak terkait dengan hukum serta akidah, namun terkait dengan targhib (motivasi beribadah) serta tarhib (peringatan) seperti saran, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal serta lain- lainnya. ”

Perbanyak Membaca Istighfar

Dari kitab Risalah ‘Amaliyah dijelaskan, “Barangsiapa membaca (istigfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban serta bulan Ramadan dibaca pada setiap – setiap hari pada shalat Ashar serta Maghrib, karena itu Allah SWT mewahyukan pada dua malaikat supaya merobek buku catatan dosa serta kesalahannya sewaktu hidupnya. Bacaan istighfar itu berbunyi :
🤔 Pilih Pemimpin ala Rasulullah SAW

اَسۡتَغۡفِرُ ﷲَ الۡعَظِيۡمَ الَّذِيۡ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَيُّ الۡقَيُّوۡمُ غَفَّارُ الذُّنُوۡبِ وَسَتَّارُ الۡعُيُوۡبِ وَاَتُوۡبُ اِلَيۡهِ تَوۡبَۃَ عَبۡدِ ظَالِمِ لِنَفۡسِهِ لَايَمۡلِكُ ضَرًّا وَلَانَفۡعًا وَلَامَوۡتًا وَلَاحَيَاۃً وَلَانُشُوۡرًا

Wahab bin Munabbah juga menuturkan jika ia sempat membaca didalam kitab-kitab Allah SWT yakni sebaiknya beristighfar pada Allah SWT di bulan Rajab pada sore dan pagi hari dengan mengusung ke-2 tangannya dan membaca اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ وَارۡحَمۡنِيۡ وَتُبۡ عَلَيَّ sebanyak70 kali. Lalu disarankan juga membaca أَسّتَغۡفِرُ ﷲَ ذَا الۡجَلَالِ وَالۡإِكۡرَامِ, مِنۡ جَمِيۡعِ الذُّنُوۡبِ وَالۡآثَامِ sekitar 50 kali saat pagi serta malam hari.

Diluar itu, umat Islam juga disarankan untuk membaca sayyidul istighfar dari Nabi SAW sekitar 3x tiap-tiap sore dan pagi hari, yakni :

اَللّٰهُمَّ أَنۡتَ رَبِّيۡ لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنۡتَ خَلَقۡتَنِيۡ وَأَنَا عَبۡدُكَ وَأَنَا عَلَی عَهۡدِكَ وَوَعۡدِكَ مَا اسۡتَطَعۡتُ, أَعُوۡذُبِكَ مِنۡ شَرِّ مَا صَنَعۡتُ, أَبُوۡءُ لَكَ بِنِعۡمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوۡءُ بِذَنۡبِيۡ فَاغۡفِرۡلِيۡ فَإِنَّهُ لَايَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ إِلَّاأَنۡتَ

Membaca doa saat pagi, sore, serta malam hari di bulan Rajab

Nabi Muhammad SAW begitu memuliakan bulan Rajab tidak hanya menjadi salah sebulan haram yang dimuliakan Allah Swt juga karena di bulan berikut baginda Nabi SAW mendapatkan mukjizat yang begitu dahsyat yakni perjalanannya dari Masjid al-Haram sampai ke Sidratul Muntaha. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas ra. jika Rasulullah SAW saat masuk bulan Rajab berdoa :

اَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab serta Sya’ban serta berikan kami pada bulan Ramadan”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjadi seseorang khalifah yang begitu taat serta patuh akan perintah Allah serta Rasul-Nya juga begitu memuliakan bulan penuh fadhilah ini dengan membaca doa saat malam pertama bulan Rajab yakni :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی مُحَمَّدِ وَآلِهِ مَصَابِيۡحِ الۡحِكۡمَۃِ, وَمَوَالِيَ النِّعۡمَۃِ, وَمَعَادِنِ الۡعِصۡمَۃِ, وَاعۡصِمۡنِيۡ مِنۡ كُلِّ سُوۡءٍ, وَلَا تَأۡخُذۡنِيۡ عَلَی غِرَّۃٍ, وَلَا عَلَی غَفۡلَۃٍ, وَلَا تَجۡعَلۡ عَوَاقِبَ أَمۡرِيۡ حَسۡرَۃً وَنَدَامَۃً, وَارۡضَ عَنِّيۡ, فَإِنَّ مَغۡفِرَتَكَ لِلظّالِمِيۡنَ, وَأَنَامِنَ الظَّالِمِيۡنَ, اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ مَالَايَضُرُّكَ, وَأَعۡطِنِيۡ مَالَايَنۡفَعُكَ, فَإِنَّكَ الۡوَاسِعَۃُ رَحۡمَتُهُ الۡبَدِيۡعَۃُ حِكۡمَتُهُ, فَأَعۡطِنِيۡ السَّعَۃَ وَالدَّعَۃَ, وَالۡأَمۡنَ وَالصِّحَّۃَ, وَالشُّكۡرَ وَالۡمُعَافَاۃَ وَالتَّقۡوَی, وَأَفۡرِغِ الصَّبۡرَ وَالصِّدۡقَ عَلَيَّ وَعَلَی أَوۡلِيَآءِكَ, وَأَعۡطِنِيۡ الۡيُسۡرَ, وَلَاتَجۡعَلۡ مَعَهُ الۡعُسۡرَ, وَاعۡمُمۡ بِذَالِكَ أَهۡلِيۡ وَوَلِدِيۡ وَإِخۡوَانِيۡ فِيۡكَ وَمَنۡ وَلَدَنِيۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ وَالۡمُسۡلِمَاتِ وَالۡمُوءۡمِنِيۡنَ وَالۡمُوءۡمِنَاتِ

Rasulullah SAW serta Sayyidina Ali begitu memuliakan bulan Rajab. Begitupula Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, seseorang ulama tasawuf yang begitu disegani serta dipandang seperti wali Allah dalam dunia tarekat serta sufisme, beliau berdoa saat malam pertama bulan Rajab dengan bacaan seperti berikut :

إِلٰهِيۡ تَعَرَّضَ لَكَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ الۡمُتَعَرِّضُوۡنَ, وَقَصَدَكَ الۡقَاصِدُوۡنَ, وَأَمَّلَ فَضۡلَكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ الطَّالِبُوۡنَ, وَلَكَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ نَفَحَاتٌ وَجَوَاءِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ, تَمُنُّ بِهَا عَلَی مَنۡ تَشَاءُ مِنۡ عِبَادِكَ, وَتَمۡنَعُهَا مِمَّنۡ لَمۡ تَسۡبِقۡ لَهُ الۡعِنَايَۃُ مِنۡكَ, وَهَا أَنَاذَا عَبۡدُكَ الۡفَقِيۡرُ إِلَيۡكَ, الۡمُوءَمِّلُ فَضۡلَكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ فَإِنۡ كُنۡتَ يَامَوۡلَايَ تَفَضَّلۡتَ فِيۡ هٰذِهِ اللَّيۡلَۃِ عَلٰی أَحَدٍ مِنۡ خَلۡقِكَ, وَجُدۡتَ عَلَيۡهِ بِعَاءِدَۃٍ مِنۡ عَطۡفِكَ, فَصَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحۡبِهِ, وَجُدۡ عَلَيَّ بِطَوۡلِكَ وَمَعۡرُوۡفَكَ, يَارَبَّ الۡعَالَميۡنَ

Shalat Malam di bulan Rajab

Menurut beberapa ulama Hanafi serta Hanbali mengatakan jika beberapa malam-malam yang sunnah untuk dihidupkan (menggerakkan shalat malam) merupakan malam awal bulan Rajab. Mereka ber-hujjah karena malam hari ini (awal bulan Rajab) merupakan sisi dari lima malam yang jika berdoa karena itu doa itu tidak tertolak yakni malam Jum’at, awal malam bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, serta dua malam hari raya. Oleh karenanya, umat Islam disarankan untuk melakukan shalat sunah pada malam bulan Rajab hingga umat Islam dapat meresapi begitu melimpahnya karunia Allah SWT yang di turunkan saat malam itu.

Dengan meresapi keutamaan-keutamaan amalan bulan rajab dan menggerakkan amaliyah-amaliyahnya itu, mudah-mudahan jadi benih kebaikan yang selalu dipupuk, dirawat, disemai, serta satu waktu kelak sang penanam benih itu akan memetik kebaikan sebagai keberkahan selalu untuk menemani perjalanan dalam pengembaraannya didunia sampai nantinya di akhirat. Wallahu a’lam bisshawab.

Kisah Keistimewaan Bulan Rajab Dan Amalannya Dalam Islam

Kisah Keistimewaan Bulan Rajab Dan Amalannya Dalam Islam - Hari Ini umat Islam akan masuk bulan Rajab. Dalam kalender Hijriyah (kalender Islami), bulan ini termasuk juga satu dari empat bulan mulia. Menurut Ustadz Abdul Somad dalam suatu video ceramahnya, tidak ada ketetapan spesial dijelaskan dalam Alquran atau hadis Nabi Muhammad mengenai amalan di bulan ini. “Hadis Rasulullah mengenai keutamaan bulan Rajab sahih, tapi tidak ada dijelaskan mengenai amalan terutamanya. Hanya dijelaskan pada umumnya yakni berpuasalah di bulan-bulan haram. Haram disini bermakna mulia, datang dari kata Bhs Arab, yakni hurum, bermakna kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu ini berarti bulan-bulan mulia, ” tuturnya.

“Sesuai hadis itu, dijelaskan saran supaya kita berpuasa di bulan-bulan ini. Jadi, spesial Rajab tidak ada diterangkan apa amalan terutamanya karena di hadis ini penuturannya pada umumnya tidak mengutamakan ke Rajab, ” imbuhnya. Saat Rajab, tidak hanya berpuasa, kita dapat menghiasnya dengan amalan-amalan baik yang lain bila ingin. Contohnya, berzikir, membaca Alquran, bersedekah dan lain-lain.

Beberapa ulama menuturkan jika di antara bulan empat haram seperti yang telah diterangkan diatas, bulan rajab merupakan bulan yang terpenting atau paling penting. Saran ini adalah saran beberapa ulama syafi’iyah. Sedang Beberapa ulama tentang hal seperti ini mempunyai banyak ketidaksamaan saran. Wallahua’lam bissyowaf.

Kisah Keistimewaan Bulan Rajab Dan Amalannya Dalam Islam

Serta keutamaan bulan rajab salah satunya merupakan :

1. Seorang yang memuliakan bulan Rajab karena itu Allah swt akan memuliakan orang itu dengan seribu kemuliaan pada hari kiamat.

2. Keutamaan bulan rajab di banding bulan yang lainnya seperti keunggulan Al- Qur’an diatas kalam – kalam atau kitab yang lainnya.

3. Dalam suatu hadist dijelakan bahwasannya siapa saja yang lakukan puasa saat sehari di bulan Rajab, karena itu pahalanya seperti puasa sebulan. Jika puasa saat 7 hari di bulan Rajab, karena itu ditutup buat nya 7 pintu neraka. Bila berpuasa saat 8 hari, karena itu dibukakannya pintu. Serta jika berpuasa saat 10 hari karena itu dosa – dosanya akan digantikan dengan kebaikan. Subhanallah. . .

4. Dalam Kisah lainnya diterangkan jika barangsiapa yang lakukan puasa 1 hari di bulan rajab, karena itu pahalanya seperti puasa 40 tahun serta diberi minum dari syurga.

5. Siapa saja yang berpuasa di awalnya bulan rajab, pertengahan rajab serta akhir di bulan rajab karena itu pahalanya seperti puasa satu bulan.

6. Didalam surga ada sungai yang bernama Rajab, yang airnya lebih putih dibanding susu serta lebih manis dibandingkan madu. Serta siapa saja yang berpuasa di bulan rajab, maka dapat mendapatkan rahmat minum air terseut.

7. Seorang yang bersedekah di bulan Rajab, karena itu seperti bersedekah seribu dinar. Ditliskan baginya tiap-tiap sehelai bulu roma jasadnya di nilai seribu kebajikan. Diangkat seribu derajat serta dihapus seribu kejahatan.

8. Siapa saja yang berpuasa pada tanggal 27 rajab atau di hari isra’ mi’raj, karena itu pahala orang itu seprti puasa 5 tahun.

9. Dalam suatu Kisah diterangkan jika Rasulullah saw bersabda : ” Bulan Rajab merupakan bulanNya ALLAH SWT, bulan Sa’ban bulanku, bulan Ramadhan bulan umatku. “

10. Suatu hadist juga menuturkan jika, ketika isra’ mi’raj Rasulullah saw lihat sungai di syurga yang warnanya lebih putih di banding susu serta manisnya lebih manis di banding madu. Serta saat Rasulullah saw menanyakan pada malaikat jibril untuk siapa sungai itu? karena itu malaikat menuturkan jika sungai itu ditujukan untuk umatnya yang membaca Salawat pada Rasulullah saw di bulan Rajab.

11. Kemuliaan Bulan Rajab dengan Isra’ Mi’rajnya, bulan sa’ban dengan malam nisfu’ nya serta bulan ramadhan dengan malam lailatul qadarnya.

12. Dalam suatu kisah diterangkan jika barangsiapa menggerakkan puasa ramadhan satu hari akan memperoleh balasan syurga yang paling tinggi yakni syurga Firdaus. Serta puasa dua hari akan memperoleh ampunan.

13. Diterangkan juga dalam suatu kisah, bahwasannya barangsiapa yang menggerakkan puasa saat tiga hari maka dapat dijauhkan dari api neraka dengan suatu parit yang panjangnya seratus tahun perjalanan.

14. Jika menggerakkan puasa saat tujuh hari, maka dapat ditutup baginya 7 pintu neraka serta jika menggerakkan puasa saat 16 hari maka dapat lihat Allah swt didalam syurga serta jadi orang yang pertama menziarahi Allah swt didalam syurga.

15. Bulan Rajab adalah bulan terjadinya Isra’ Mi’raj, lebih persisnya pada tanggal 27 Rajab.

Subhanallah. . . . demikian banyak keutamaan serta kelebihan bulan Rajab. Mudah-mudahan di bulan Rajab tahun ini kita tidak seperti tahun – tahun yang kemarin. Tidak paham mesti ngapa, serta melalui seperti hari – hari biasa. Walau sebenarnya bulan Rajab mempunyai banyak keutamaan yang di bulan – bulan lainnya tidak ada. Serta mudah-mudahan di tahun ini, kita memperoleh keberkahan bulan Rajab serta tak akan jadi orang yang tidak untung. Serta yang tentu bisa lebih tingkatkan kualitas keimanan kita serta beribadah shalat kita janganlah dibiarkan.

Demikian keterangan tentang keistimewaan bulan rajab buat golongan muslimin. Mudah-mudahan dengan keterangan singkat diatas, telah dikit banyak menjawab persoalan yang sampai kini berada di kelompok kita. Serta yang tentu mudah-mudahan berguna, serta jadikan kita lebih semangat dalam melaksanakan ibadah. Amin

Bacaan Doa Bulan Rajab Dan Sya'ban Ke Ramadhan Lengkap Artinya

Bacaan Doa Bulan Rajab Dan Sya'ban Ke Ramadhan Lengkap Artinya - Bulan Rajab jadi salah sebulan yang suci buat umat Islam. Bahkan juga selama bulan Rajab Nabi Muhammad SAW tetap berpuasa saat 1 bulan penuh. Mengagumkan kan? Kita menjadi umatnya sebaiknya mengikuti atau meneladani karakter sifat Rasulullah Muhammad SAW. Walau kita tidak dapat berpuasa saat 1 bulan penuh dengan beberapa pemicu serta argumen, sekurang-kurangnya kita mengikuti amalan Bulan Rajab yang dikerjakan sang Rasul.

Doa itu diriwayatkan oleh beberapa ulama salah satunya oleh imam Ahmad, akan tetapi dinyatakan menjadi hadits dha’if (lemah). Olehnya, karena itu tidak bisa menumpukan hadits itu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengenai berdoa dengan memakai lafadz yang dijelaskan karena itu tidak kenapa karena arti yang dikandungnya in sya Allah merupakan baik. Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Aalu As Syaikh, mufti Saudi sekarang ini berkata : Tidak kenapa berdoa semacam itu karena isi dari doa itu merupakan baik. Cuma saja penyandaran doa itu pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan penyandaran yang salah.

Lalu, bolehkah berdoa dengan doa itu? Tentunya bisa. Bisa berdoa dengan doa apa pun bahkan juga dalam bhs apapun, seandainya doa itu baik serta tidak bertentangan dengan syariat Islam. Mengenai isi doa itu, bila kita baca, cuma meminta kebaikan. Benar-benar tidak bertentangan dengan syariat Islam. Yaitu meminta keberkahan di bulan Rajab serta keberkahan di bulan Sya’ban. Lantas meminta disandingkan dengan bulan Ramadhan.

Bacaan Doa Bulan Rajab Dan Sya'ban Ke Ramadhan Lengkap Artinya

Siapakah yang dapat jamin usia kita panjang sampai dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan? Siapakan yang mampu pastikan jika umur kita masih tetap lama hingga dapat ketemu dengan bulan suci yang penuh karunia itu? Karena itu kita meminta pada Allah supaya umur kita dikatakan berjumpa Ramadhan. Kita meminta pada Allah supaya usia kita dipanjangkan hingga dapat ketemu dengan bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan penuh dengan keutamaan. Amal sunnah di bulan Ramadhan pahalanya sama dengan amal harus. Amal harus pahalanya dilipatgandakan. Di dalamnya terdapat beberapa waktu mustajab untuk berdoa, terpenting waktu berbuka. Serta di dalamnya ada lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Doa Bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma Barik Lana Fi Rajaba Wa Sya‘bana Wa Ballighna Ramadhana.

Artinya. Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.

Mari kita sambut kedatangan bulan rajab ini dengan di isi oleh berbagai amal mulai dari puasa sunnah hingga doa bulan rajab dan lain sebagainya. Silahkan hafalkan arab di atas yang meliputi sholawat bacaan doa bulan rajab dan sya'ban ke ramadhan lengkap.Artinya

Keutamaan Puasa Bulan Rajab 2019 Dan Haditsnya Dalam Islam

Keutamaan Puasa Bulan Rajab 2019 Dan Haditsnya Dalam Islam - Puasa Rajab merupakan puasa yang dikerjakan pada bulan rajab. Bulan Rajab juga adalah salah sebulan haram, berarti bulan yang dimuliakan di mana pada bulan ini Rasulullah SAW terima perintah sholat lima waktu dalam momen Isra’ Mi’raj pada tanggal 27 rajab atau bulan ke-7 dalam penanggalan hijriyah. Dalam kebiasaan Islam diketahui ada empat bulan haram, ketiganya dengan berurutan merupakan : Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, serta sebulan yang sendiri, Rajab.

Kata “Rajab” atau رجب terbagi dalam tiga huruf, yaitu ro’, jim serta ba’. Huruf ro berarti rahmatullah mempunyai makna Kasih sayang Allah. Huruf jim berarti Jurmul ‘Abdi yang mempunyai makna dosa-dosa atau kekeliruan hamba. Sedang ba’ berarti birrullah yang mempunyai makna kebaikan Allah. Oleh karena itu, kata Rajab mempunyai tujuan bulan dimana Allah memberi kebaikan atau ampunan buat kesalahan-kesalahan hambanya dengan karena karakter rahmat-Nya.

Tidak heran bila di bulan rajab ini banyak umat muslim memperingatinya dengan beberapa jenis amal. Salah satunya dengan bersedekah, membuat majelis dzikir, membuat majelis shalawat, membuat pengajian besar dan lain-lain. Ada pula yang mengamalkannya dengan menggerakkan puasa-puasa sunnah, hal seperti ini karena ada keutamaan sendiri buat yang ingin berpuasa di dalamnya sama dengan jumlahnya hari ia menggerakkan puasa.

Keutamaan Puasa Bulan Rajab 2019 Dan Haditsnya Dalam Islam

Dalam suatu hadis diriwayatkan, jika saat masuk bulan Rajab karena itu Rasulullah Saw berdoa : “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadlana”, berarti : “Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban. Dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan” (HR Ahmad, al-Bazzar, Abu Nuaim serta Ibnu ‘Asakir. an-Nawawi menilainya dlaif, tapi menurut Ibnu Taimiyah hadis ini yang sangat banyak dipakai mengenai keutamaan bulan Rajab. Baca Majmu’ al-Fatawa 24/291)

Bulan Rajab
al-Hafidz Ibnu Hajar mencuplik dari Ibnu Dahiyah jika bulan Rajab mempunyai 18 nama, salah satunya merupakan Syahrullah, al-fardu, syahrul Haram, al-‘Atirah (karena orang Jahiliyah menyembelih hewan di bulan ini), al-Asham atau tuli (karena tidak ada bunyi gesekan pedang) dan lain-lain. Rajab ini berarti agung, karena orang Jahiliyah mengagungkan bulan itu.

Keutamaan Bulan Rajab
Keutamaan bulan Rajab masuk dalam kelompok keutamaan bulan-bulan Haram (mulia) seperti firman Allah Swt : “Sesungguhnya bilangan bulan pada bagian Allah adalah dua belas bulan, dalam ketentuan Allah di waktu Dia membuat langit serta bumi, salah satunya empat bulan Haram. Itu (ketentuan) agama yang lurus, karena itu jangan sampai kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…” (at-Taubah : 36). Serta Rasulullah Saw sudah memastikan beberapa nama bulan Haram itu dalam hadis kisah Bukhari serta Muslim, jika yang 3 merupakan dengan berurutan yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah serta Muharram, sesaat yang ke empat merupakan Rajab (Syaikh ‘Athiyah Shaqar dalam Fatawa al-Azhar Bab Syahru Rajab)

Puasa Bulan Rajab
Pakar hadis yang dikasih titel Amirul Mu’minin fil Hadis, al-Hafidz Ibnu Hajar, sudah mengarang suatu kitab Tabyin al-‘Ajab fi Ma Warada fi Fadhli Rajab yang membahas mengenai dalil-dalil hadis keutamaan bulan Rajab dengan menuturkan hadis-hadis yang sahih serta dlaif bahkan juga maudlu’ (palsu), begitupun mengenai dalil puasa di bulan Rajab.

Di awalnya ulasannya, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata : “Tidak ada dalil sahih dengan spesial untuk berpuasa serta beribadah malam di bulan Rajab”. Akan tetapi Ibnu Hajar membahas beberapa hadis yang pada umumnya memberikan tanda-tanda keutamaan puasa di bulan Rajab.

Pertama hadis Usamah bin Zaid, ia menanyakan pada Rasulullah Saw : “Wahai Rasulullah, saya tidak menjumpai Engkau berpuasa di bulan-bulan yang lainnya seperti Engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Rasulullah menjawab : “Sya’ban merupakan bulan yang dilupakan oleh beberapa orang pada bulan Rajab serta Ramadlan. Bulan Sya’ban merupakan bulan laporan amal pada Allah. Karena itu saya suka amal saya dilaporkan sesaat saya dalam keadaan berpuasa” (HR Nasai, Abu Dawud serta disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. Baca Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih)

al-Hafidz Ibnu Hajar berkata : “Hadis ini memberikan keterangan jika bulan Rajab serta Ramadlan mempunyai persamaan dalam soal keutamaan. Serta Rasulullah yang menyebutkan dengan spesial mengenai puasa juga memberikan keterangan mengenai keutamaan Rajab” (Tabyin al-Ajab hal. 2)

Ke-2 hadis seseorang teman dekat yang memohon pada Nabi supaya diperintah lakukan puasa, karena itu Nabi bersabda : “Puasalah di bulan Sabar (Ramadlan) serta dua hari tiap-tiap bulan”. Teman dekat berkata : ”Tambahkanlah Nabi, saya masih tetap mampu”. Nabi bersabda : “Puasalah tiga hari”. Teman dekat berkata : “Tambahkanlah Nabi”. Karena itu Nabi bersabda : “Puasalah di bulan-bulan mulia serta tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia serta tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia serta tinggalkan (diulangi 3x. Rasulullah menggenggam tangannya lantas melepaskannya) ” (HR Ahmad No 20338, Abu Dawud No 2428, Ibnu Majah No 1741, Nasai dalam Sunan al-Kubra No 2743, Thabrani No 18336 serta al Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman No 3738)

al-Hafidz Ibnu Hajar berkata : “Hadis ini tunjukkan saran puasa beberapa bulan Rajab. Karena bulan Rajab merupakan salah sebulan yang mulia (Asyhur al-Hurum) ”

Beberapa ulama ada yang menilainya hadis ini dlaif, contohnya Syaikh Syu’aib al-Arnauth, dengan argumen jika Mujibah al-Bahiliyah ‘tidak diketahui’ (La Yu’rafu). Akan tetapi asumsi ini tidak benar, karena al-Hafidz Ibnu Hajar memberikan penilaian mengenai perawi yang dituduh majhul barusan : “Mujibah al-Bahiliyah merupakan salah seseorang perawi al-Bukhari dengan Ta’liq dalam Bab Haid, ia bisa di terima (Maqbul), dari tingkatan ketiga” (Taqrib at-Tahdzib II/659)

Sedang kisah atsar dari Teman dekat yang seakan tidak ada saran berpuasa di bulan Rajab juga selekasnya direspon oleh Ulama pakar hadis, contohnya kisah di bawah ini : “Utsman bin Hakim al-Anshari menanyakan pada Said bin Jubair mengenai puasa Rajab (waktu itu tengah di bulan Rajab). Said menjawab : Saya dengar Ibnu Abbas berkata jika Rasulullah Saw berpuasa hingga kami berkata : Rasulullah tidak berbuka. Serta Rasul berbuka hingga kami berkata : Rasulullah tidak berpuasa” (HR Muslim No 2782)

Imam an-Nawawi menjawab : “Yang disebut dengan jawaban Said bin Jubair merupakan tidak ada larangan untuk berpuasa di bulan Rajab serta tidak ada saran dengan spesial untuk puasa di bulan itu. Tapi Rajab sama juga dengan bulan yang lain. Akan tetapi sebetulnya inti puasa merupakan sunah. Didalam Sunan Abi Dawud diterangkan jika Rasulullah Saw menyarankan puasa di bulan-bulan Haram (Bulan Mulia), serta Rajab merupakan salah satunya” (Syarah Muslim IV/167)

Begitupun jawaban dari al-Hafidz as-Suyuthi, bahkan juga beliau meriwayatkan atsar yang lainnya, yakni Abu Qilabah berkata : “Di surga ada istana yang ditujukan buat beberapa orang yang berpuasa di bulan Rajab”. Ahmad (bin Hanbal) berkata : “Kendatipun diwayat ini mauquf pada Abu Qilabah, sesaat dia merupakan Tabi’in, akan tetapi hal seperti ini cuma disampaikan oleh seseorang yang terima wahyu (Rasulullah Saw) ”. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab al-iman No 3641 serta disahihkan oleh al-Hafidz as-Suyuthi dalam ad-Dibaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj III/238.

Memang sudah banyak hadis palsu (maudlu’) yang populer mengenai puasa Rajab yang perlu dijauhi. Contohnya : “Barang siapa berpuasa 1 hari di bulan Rajab karena iman serta berharap pahala, maka dapat memperoleh ridlo Allah yang sangat agung serta diletakkan di surga Firdaus…. ” Didalam sanadnya ada Hasan an-Naqqasy, Ibnu Hajar berkata : Ia pemalsu hadis (wadldla’ Dajjal). Begitupun : “Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab, karena itu Allah mencatatnya seperti puasa 1 bulan…” Didalam sanadnya ada Amru bin Azhari yang dituduh dusta oleh Yahya bin Ma’in serta yang lain.

Penutup
Seseorang teman dekat sempat menanyakan mengenai puasa tidak hanya Ramadlan, karena itu Rasulullah menjawab : “Tidak ada keharusan puasa tidak hanya puasa Ramadlan, terkecuali engkau lakukan puasa sunah” (HR Muslim No 11).

Puasa sunah mempunyai banyak jenis, ada yang berbentuk dua harian (puasa Dawud), puasa mingguan (senin serta kamis), puasa bulanan (hari purnama 13-14 serta 15), puasa tahunan (9 Arafah, Tasu’a’, ‘Asyura’ dan sebagainya), serta puasa di bulan-bulan mulia. Sesaat puasa bulan Rajab termasuk juga dalam kelompok puasa di bulan-bulan mulia seperti yang dikemukakan dalam 2 hadis di atas.

Hal seperti ini dperkuat oleh pengakuan al-Hafidz Ibnu Hajar : “Imam-imam kita berkata jika puasa sunah yang paling penting merupakan di bulan Muharram, lalu Rajab, Dzulhijjah, serta Dzulqa’dah (Syaikh Mulla Ali al-Qari dalam Mirqat al-Mafatih VI/360)

Oleh karenanya, kita menjadi umat Islam mari kita menyongsong saat hadir bulan Rajab yang memiliki kelebihan serta keutamaan seperti yang diterangkan dalam hadits Nabi saw. dengan kerjakan amalan beribadah puasa bulan rajab dan amal-amal kebaikan yang lainnya hingga kita jadi serta termasuk juga ke kelompok khoiru ummah. Amiin…..

Khutbah Jum'at Terbaru Tentang Keutamaan Bulan Rajab 2019 1440 H Singkat

Khutbah Jum'at Terbaru Tentang Keutamaan Bulan Rajab 2019 1440 H Singkat - Dengan terminologi khutbah merupakan ceramah yang memakai ajaran agama. Khutbah adalah pekerjaan dakwah yang sangat efisien yang mempunyai tujuan untuk membawa orang yang lain untuk tingkatkan kualitas ketaqwaan dengan memberikan nasehat yang dalamnya berbentuk ajaran agama. Khotib merupakan seseorang Da’i yang lakukan khutbah sholat Jum’at. Khotib mesti dari seseorang muslim yang mempunyai pengetahuan Islam yang luas, khotib harus juga mempunyai mental yang kuat.

Sebagian ulama mendeskripsikan “khotbah” menjadi ‘perkataan tersusun yang memiliki kandungan nasehat serta informasi’. Namun, pengertian ini sangat umum. Artikel terkait tentang puasa rajab 2019 Mengenai pengertian yang lebih jelas adalah pengertian yang dikasihkan oleh Dr. Ahmad Al-Hufi yakni, ‘Cabang pengetahuan atau seni bicara di depan beberapa orang dengan arah memberikan keyakinan serta merubah mereka’. Dengan begitu, khotbah mesti dikatakan dengan lisan di depan beberapa orang serta mesti memberikan keyakinan dengan argumen-argumen yang kuat dan memberi dampak pada pendengar, baik itu berbentuk motivasi atau peringatan.

Beberapa pakar fikih berlainan saran tentang hukum khotbah pada shalat Jumat, apa termasuk juga prasyarat shalat hingga shalat Jumat tidak resmi tanpa dia, atau sebatas sunah hingga shalat Jumat masih resmi tanpa dia. Terkait dengan hal seperti ini, beberapa pakar fikih terdiri ke dua saran.

Khutbah Jum'at Terbaru Tentang Keutamaan Bulan Rajab 2019 1440 H Singkat

Saran pertama mengatakan jika khotbah adalah prasyarat shalat Jumat. Saran ini merupakan saran Hanafiah serta sebagian besar Malikiah. Saran ini merupakan saran yang sahih buat mereka, demikian pula Syafi’iah serta Hanabilah. Dijelaskan dalam kitab Al-Hawi, “Hal ini adalah saran semua pakar fikih tidak hanya Hasan Al-Bashri, karena ia menyelisihi saran ijma’ ; ia berkata, ‘Khotbah tidak harus. ’” Dijelaskan juga dalam kitab Al-Mughni, “… Kesimpulannya merupakan jika khotbah adalah prasyarat shalat Jumat ; shalat Jumat tidak resmi tanpa dia, serta kami tidak tahu saran yang bertentangan terkecuali saran Hasan. ” Saran ke-2 mengatakan jika khotbah adalah sunah Jumat. Ini adalah saran Hasan Al-Bashri.

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانِ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Satu hari Rasulullah bersama dengan sahabatnya merasakan kondisi krisis air. Sampai waktu shalat Ashar datang, mereka yang berikhtiar mencarinya di beberapa tempat gagal mendapatkannya. Air yang ada hanya air bekas yang banyaknya tidak banyak.

Dalam kondisi itu, Nabi lakukan suatu yang membuat orang tercengang. Rasulullah masukkan tangan beliau ke air bekas yang ada dalam suatu wadah itu serta berseru pada beberapa sahabatnya, " Mari awalilah berwudhu. Barakah hadir dari Allah. "

Beberapa teman dekat melihat di sela-sela jari Nabi memancar air. Beberapa teman dekat tidak cuma dapat wudhu dengan prima, tetapi juga menghilangkan perasaan haus karena air dapat juga diminum. Cerita ini dapat kita dapatkan dalam 'Umdatul Qari' Syarah Shahih Bukhari.

Yang menarik dari narasi barusan merupakan beberapa kata Rasulullah mengenai " al-barakah mina-Llâh ". Cerita itu tunjukkan jika karunia bersumber dari Allah, bukan manusia, air, pohon, matahari, atau yang lain. Walau, objek yang diberkahi itu dapat apa, termasuk juga air serta jemari Nabi. Krisis air bukan rintangan buat beberapa teman dekat untuk melaksanakan ibadah, bahkan juga mereka dapat sekaligus juga melihat mukjizat Nabi yang pasti semakin tingkatkan keteguhan iman mereka.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam Lisanul Arab, " barakah " dimaknai menjadi an-mâ' waz ziyâdah, tumbuh serta makin bertambah. Sebagian ulama merinci lagi jika karunia merupakan menambahnya kebaikan (ziyâdaatul khair). Kebaikan yang disebut pasti bukan kesenangan duniawi, tetapi tingkat kesadaran kita pada Allah, taqarrub ilallah.

Karunia dengan begitu tidak berkaitan dengan beberapa atau sekurang-kurangnya harta benda. Orang yang kaya raya mungkin saja tidak mendapatkan keberkahan hidup saat harta bendanya malah membuatnya terasa butuh dihormati, merendahkan orang miskin, berfoya-foya, atau untuk kegiatan maksiat. Demikian sebaliknya, kemiskinan dapat menghadirkan karunia waktu hal tersebut melatihnya bersabar, mensyukuri nikmat, atau berlaku baik pada tetangga.

Karunia juga tidak mesti terkait dengan kesehatan. Karena, keadaan sakit juga terkadang dapat membuat orang instrospeksi diri (muhasabah), tobat, dzikir, serta mengingat-ingat hak-hak orang yang lain yang mungkin saja ia langgar. Walau, sakit juga dapat juga berbuah petaka saat seorang malah semakin banyak merintih, mencibir rahmat Allah, atau lakukan suatu yang melebihi batas.

Tempat yang karunia tidak harus subur, sejuk, atau yang pemandangannya indah. Buktinya Allah memberikan kelebihan pada tanah Makkah yang gersang. Begitu halnya waktu. Waktu yang karunia belumlah pasti masa-masa hari raya atau hari berkabung. Tetapi keberkahan saat itu hadir pada saat seluruh momen di dalamnya membuat kita sekain dekat dengan Allah.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Berkaitan dengan karunia atau barokah, Rasulullah memberikan teladan pada umatnya untuk memanjatkan doa saat masuk bulan Rajab :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab serta bulan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan. ” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Bulan Rajab adalah salah sebulan haram, berarti bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, ada empat bulan haram diluar Ramadhan, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, serta Rajab. Waktu datang waktu Rajab, yang Rasulullah mohon merupakan keberkahan bulan ini, lantas keberkahan bulan Sya’ban, sampai ia disandingkan dengan bulan suci Ramadhan.

Waktu bulan Rajab datang, Rasulullah tidak meminta kekayaan, kesehatan, atau kesenangan duniawi dengan spesial. Beliau berdoa supaya dilimpahi keberkahan di bulan Rajab serta Sya’ban bersamaan dengan menyambut bulan Ramadhan. Otomatis, doa ini merupakan permintaan panjang usia. Tentunya bukan sebatas umur panjang, tapi umur yang berguna untuk mendekatkan diri pada Allah.

Inti dari karunia merupakan penambahan taqarrub kita pada Allah, hingga kepribadian kita diliputi oleh sifat-sifat yang mencerminkan perintah Allah : jujur, adil, rendah hati, perduli sesama, penyayang, tidak serakah, tidak suka menggunjing atau menghakimi orang yang lain, dan lain-lain. Kita juga makin rajin memaknai tiap-tiap kegiatan kita atas basic nilai beribadah. Bekerja untuk menafkahi keluarga karena Allah, turut kerja bakti tingkat RT karena Allah, bertegur sapa dengan tetangga karena Allah, dan sebagainya.

Apa kita tidak bisa berdoa meminta harta atau kesehatan di bulan Rajab ini? Tentunya bisa. Cuma saja, yang lebih terpenting dari jumlahnya kekayaan serta kesehatan merupakan karunia, yaitu satu keadaan yang dapat meningkatkan ketaatan kita pada Allah subhanahu wata’ala.

Diterangkan dalam Shahih Bukhari, Rasulullah sendiri sempat mendoakan sahabatnya, Anas dengan pengakuan :

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالَهُ، وَوَلَدَهُ، وَبَارِكَ لَهُ فِيمَا أعْطَيْتَهُ

Berarti : “Ya Allah perbanyaklah harta serta anaknya dan berkahilah rahmat yang Engkau beri padanya. ”

Kata karunia disini adalah kunci dari seluruh nikmat lahiriah. Dengan keberkahan seorang bukan sekedar kaya harta tetapi juga kaya hati : terasa cukuplah, bersukur, serta tidak tamak ; bukan sekedar mengutamakan jumlah anak, tetapi juga mutunya yang shalih, cerdas, serta berakhlak.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dari uraian ini jelas jika bulan Rajab jadi karunia ketika ada perubahan dalam diri kita berkaitan kedekatan serta ketaatan kita pada Allah. Saat keberkahan itu hadir, dengan automatis kualitas kepribadian kita juga bertambah, baik dalam keadaan susah ataupun lega, sehat ataupun sakit, miliki banyak utang ataupun dilimpahi keuntungan.

Keberkahan di bulan Rajab serta Sya'ban ini terpenting mengingat kita akan melawan bulan Ramadhan, bulan yang tambah lebih mulia serta berlimpah keutamaan. Mudah-mudahan kita jadi pribadi-pribadi yang selalu diberkahi, selalu dikasih panduan, serta dipanjangkan umurnya sampai dapat menjumpai Ramadhan. Wallahu a'lam.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Menjadi catatan, atsar yang mengatakan jika dua khotbah adalah alternatif dua rakaat shalat zuhur tidak dapat jadikan dalil karena sanadnya terputus serta itu cuma pengucapan teman dekat. Mengenai penyebutan atsar itu disini hanya menjadi isyarat jika sebagian pakar fikih memakainya menjadi dalil dalam persoalan ini.

Itulah sedikit pembahasan mengenai khutbah jum'at bulan rajab yang bisa kami sampaikan dalam website ini, semoga kalian yang membutuhkan rekomendasi mengenai hal ini bisa memanfaatkan dengan sangat baik untuk di jadikan dakwah ketika di beri tugas menjadi seorang khotib.